Jakarta, Intra62.com – Tak kurang dari 5 ketua partai politik mencalonkan diri dalam pemilihan umum 2024 untuk memperebutkan kursi anggota DPR. Selain Presiden PKS, empat presiden lainnya merupakan pimpinan partai politik nonparlemen.
Lima calon presiden (ketum) partai politik (parpol) diketahui menjadi calon anggota parlemen karena namanya tercantum dalam daftar calon sementara (DCS) anggota DPR untuk pemilu 2024, diumumkan KPU pada Sabtu (19/8/2023). Dalam DCS, ada 9.919 nama calon anggota legislatif (caleg) DPR yang diajukan 18 partai politik untuk bersaing di 84 daerah pemilihan (dapil).
Baca Juga: Adik Ipar Raffi Ahmad Terjun Ke Dunia Politik, Begini Tanggapan Warganet
Kelima partai politik tersebut adalah:
Pertama, Presiden Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha. Mantan penyanyi Nidji diusung PSI untuk bertarung di Daerah Pemilihan I Jabar. Dia memiliki nomor seri 1.
Ke dua, Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo. Ia akan bertanding di daerah pemilihan Banten III dengan nomor urut 1.
ke tiga Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu. Anggota DPR periode 2019-2024 itu kembali mencalonkan diri sebagai caleg Jabar VII dengan nomor urut 1.
Ke empat, Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi. Menantu Ketua Dewan Syura Partai Ummat Amien Rais adalah calon anggota DPR Dapil I Jakarta dengan nomor urut 1.
Ke lima, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO). Ia akan bertarung di dapil Kalbar I dengan nomor urut 1.
Ketua 13 partai politik peserta pemilu 2024 lainnya tidak mengikuti pemilu legislatif. Salah satunya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sosok yang digadang-gadang bakal menjadi cawapres Anies Baswedan.
Partai Golkar juga tidak memiliki presiden, Airlangga Hartarto, sosok yang diusung di partainya untuk menjadi cawapres Prabowo Subianto. PKB dalam pemilihan ini juga gagal menghadirkan Ketumnya, Muhaimin Iskandar.
Presiden Partai Proksi Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) juga tak masuk arena memperebutkan kursi di DPR. Zulhas mengatakan pada pertengahan Mei 2023 tidak akan “turun” karena komposisi caleg PAN cukup kuat untuk mencapai tujuannya. (red/intra62)
