INTRA62.com – Kekhawatiran terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) berdampak pada Industri film dan televisi Amerika. Pertama kalinya dalam 43 tahun Para aktor dan aktris Hollywood mogok kerja.
Persatuan aktor Screen Actors Guild (SAG-AFTRA) gagal mencapai kesepakatan untuk melindungi anggota, khususnya yang bukan papan atas dari keterlibatan AI. Mereka mengatakan, tekonolgi kecerdasan buatan (AI) dapat menimbulkan ekstensial terhadap profesi kreatif.
Kepala negosiator serikat SAG-AFTRA Ducan Crabtree-Ireland, ikut mengkritik produsen tentang proposal mengenai AI. Dia mengatakan pihak studio meminta untuk memindai wajah para artis dengan pembayaran kerja satu hari, pemindaian wajah tersebut nantinya akan ia gunakan lewat rekaayasa AI untuk selamanya dalm proyek apapun tanpa adanya kompensasi bahkan persetujuan.
Bagi aktor film maupun televisi AI merupakan isu yang sensitif. Mereka cemas suara dan rupa mereka dapat ditiru dan digunakan oleh AI.
SAG-AFTRA adalah serikat pekerja terbesar di Hollywood, terdiri dari 160.000 anggota termasuk aktor, pemeran pengganti serta pengisi suara.
“Saya hanya ingin melihat perlindungan terkait teknologi kecerdasan buatan (AI), bkan untuk menghentikan teknologinya,” ujar wakil presiden SAG-AFTRA lokal New York, Linda Powell.
“Kami sangatlah tahu bahwa bumi bergerak maju, teknologi juga akan bergerak maju, tetapi kami juga tidak mau berpartisipasi dalam kontrak yang pada akhirnya akan mengantikan kami,” tambahnya.
Baca juga :
- Keren lho teknologi Artificial Intellegence, Robot-robot
- Perusahaan Teknologi Apa Saja Yang Berasal Dari Negeri Gingseng, simak pembahasannya
Justine Bateman yang merupakan pembuat film dan penulis di Tech Life BBC awal tahun ini mengatakan, AI tidak dibutuhkan di Industri Hiburan.
“Kami tidak kekurangan pembuat film, penulis, bahkan aktor jadi kami tidak memerlukan AI,” tegasnya.
Sementara itu, AMPTP grup yang bernegosiasi atas nama Netflix, Walt Disney, dan studio besar lainnya, serta layanan streaming, mengungkapkan telah menyetujui proposal inovatif AI yang akan melindungi aktor dan aktris.
Perlindungan tersebut mencakup persetujuan dari aktor untuk membuat serta menggunakan replika digital, ataupun mengubah penampilan mereka secara digital. (red)
