Jakarta, Intra62.com – Dalam kesepakatan tarif resiprokal baru-baru ini yang ditandatangani dengan AS, Malaysia berhasil mendorong pengurangan tarif impor ke AS dari 25% menjadi 19%.
Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Tengku Zafrul Aziz mengumumkan pada Minggu bahwa Malaysia telah menandatangani Kesepakatan Tarif Resiprokal dengan AS pada siang ini.
Malaysia berhasil mendapatkan pengurangan tarif impor menjadi 19% berkat keringanan tarif dan komitmen komersial. Selain itu, AS juga berkomitmen untuk membebaskan 1.711 pos tarif dari pungutan 19%.
Tengku Zafrul Aziz menyatakan, “Hal itu mencakup ekspor utama Malaysia seperti minyak sawit, produk karet, produk kayu, komponen penerbangan, dan produk farmasi, yang seluruhnya berkontribusi hingga 12 persen dari ekspor kita ke AS.”
Dalam hal yang sama, setelah pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Kementerian Luar Negeri Malaysia mengumumkan bahwa AS dan Malaysia akan meningkatkan hubungan mereka menjadi kemitraan strategis komprehensif.
Menurut Kemlu Malaysia, tingkat hubungan baru-baru ini antara kedua negara menunjukkan kerja sama yang kuat dan kuat di berbagai bidang strategis, seperti perdagangan dan investasi, teknologi maju, pertahanan dan keamanan, ketahanan energi, perdamaian dan stabilitas regional, dan bantuan kemanusiaan.
Baca Juga : Harapan Kanada Untuk pengurangan Tarif Trump Telah Runtuh Lagi.
( Red ).
