Jakarta, Intra62.com – Sistem pencegahan pemalsuan dikatakan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pihaknya akan membuat sistem untuk mencegah logo BPOM palsu digunakan pada produk.
Di Jakarta, Jumat, Taruna menyebutkan hal itu sebagai tanggapan atas pertanyaan media tentang temuan logo palsu pada minyak goreng Guldap yang kemasannya diubah menjadi MinyaKita.
Baca Juga : Menteri Perdagangan Ungkap Tidak ada Pemangkasan Distribusi MinyaKita
Baca Juga : Tips Panduan Alami untuk Mengobati Batuk di Rumah
Dikatakan juga bahwa pihaknya akan meningkatkan sistem untuk mencegah penipuan. Dia menyatakan bahwa contohnya adalah hasil print yang menunjukkan bahwa logo BPOM adalah produk kopi.
Kita pasti melakukan mitigasi, tetapi ini untuk masa depan. Contohnya, kenapa barcode saat ini masih dapat dipalsukan? karena ketika diprint tidak sesuai dengan maksudnya tetapi akan tetap seperti adanya.
Baca Juga :Ketum BMG: Aksi Gibran Nobar Bersama Publik Menunjukkan Guyub Indonesia
Masyarakat sangat berharap dan yakin pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dapat mencanggihkan sistem pencegahan pemalsuan barcode ataupun logonya . Hal ini untuk memberikan rasa aman dalam menggunakan mengkonsumsi produk – produk yang telah beredar dipasaran.
Kejahatan teknologi membuat segala sesuatunya mudah dipalsukan dan ini menjadi tantangan Siber pemerintah . Sehingga diharapkan dapat mencegah melindungi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. (Red).
Baca Juga : Stafsus Wapres Tina Talisa: PKL Berhak Mendapatkan Subsidi LPG 3 kg.
