Jakarta, Intra62.com – Untuk meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kota Semarang, Jawa Tengah, pada hari Kamis.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kamis oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, renovasi dilakukan di PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang selama 240 hari, atau dari 5 Mei hingga 30 Desember 2025.
Menurutnya, peresmian ini merupakan tahap awal dari rencana besar KAI untuk mengembalikan fasad Stasiun Tawang ke bentuk aslinya, yang dirancang oleh arsitek Belanda Sloth-Blauwboer dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM) pada tahun 1911 hingga diresmikan pada tahun 1914.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010, bangunan ini dianggap sebagai cagar budaya, dan proses renovasi harus melibatkan ahli cagar budaya untuk mempertahankan nilai historisnya. Ini juga sesuai dengan persyaratan Undang-Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010.
Dia menjelaskan bahwa ruang tunggu mewah, ruang VIP, hall utama, perbaikan selasar, dan peningkatan sistem pembuangan untuk mencegah banjir dan genangan pada musim hujan adalah bagian dari pekerjaan tahap pertama.
Dia menyatakan, “Renovasi ini bertujuan untuk mengembalikan keaslian fasad arsitektur sejarah, mengatasi masalah genangan air dan banjir rob, sekaligus meningkatkan layanan dan fasilitas bagi pelanggan.”
Hampir seluruh layanan kereta api penumpang yang melintasi Kota Semarang dilayani oleh Stasiun Semarang Tawang, yang merupakan stasiun kelas atas tipe A.
Stasiun ini mencatatkan kinerja layanan penumpang yang sangat baik selama Semester I tahun 2026; itu menempati peringkat empat stasiun tersibuk di Indonesia dengan lebih dari 2,15 juta aktivitas naik-turun penumpang dan tingkat ketepatan waktu keberangkatan (On Time Performance) 99,45%.
Selain nilai operasionalnya, Stasiun Tawang memiliki nilai sejarah nasional yang signifikan. Ini termasuk di mana Kereta Luar Biasa berangkat ke Bandung pada 10 September 1945 dan di mana kereta yang membawa Presiden Soekarno ke Semarang untuk perundingan gencatan senjata Pertempuran Lima Hari pada Oktober 1945.
Dengan kehadiran Presiden Prabowo pada peresmian hari ini, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk mempertahankan cagar budaya nasional dan meningkatkan layanan transportasi publik.
Untuk memastikan bahwa bangunan bersejarah seperti Stasiun Semarang Tawang dapat terus dimanfaatkan secara produktif tanpa menghilangkan nilai budaya dan sejarahnya bagi generasi mendatang, pemerintah terus mendorong sinergi antara pelestarian warisan sejarah dan pengembangan infrastruktur modern.
Baca Juga : Presiden Prabowo Memulai Revitalisasi di Stasiun Semarang Tawang Saat Tiba
( Red )
