Jakarta, Intra62.com . Korban Kecelakaan Kereta Bekasi diizinkan Pulang. PT Kereta Api Indonesia (Persero), juga dikenal sebagai KAI, terus membantu pelanggan dan anggota keluarga . Yaitu yang terkena dampak insiden di Stasiun Bekasi Timur.
Sampai pukul 07.00 WIB pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, 96 klien telah diizinkan pulang dan terus menjalani pemulihan bersama keluarga mereka.
Sementara itu, KAI terus memantau kondisi dua belas pelanggan lainnya secara berkala, dan mereka masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit.
Anne Purba, Vice President Corporate Communication PT KAI, mengatakan bahwa pihaknya terus berkolaborasi dengan rumah sakit, keluarga korban. Dan pihak terkait lainnya untuk memastikan proses pendampingan berjalan lancar.
Anne menyatakan dalam keterangannya pada hari Sabtu, 5 September 2026, bahwa dia terus berkomunikasi dengan rumah sakit, keluarga. Dan pihak terkait agar setiap proses pendampingan berjalan lancar. Pelanggan yang masih dirawat terus kami pantau, sementara pelanggan yang telah kembali ke rumah juga tetap mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan.
Selain pendampingan medis, KAI juga menyediakan layanan klaim atau reimbursement bagi pelanggan yang menjalani pengobatan sendiri. Klaim dapat diajukan dengan melampirkan bukti perjalanan, identitas pelanggan, resume medis, kuitansi dan rincian biaya pengobatan.
Setelah dokumen dinyatakan lengkap, proses klaim akan dimulai dengan pihak asuransi dan diperkirakan akan diselesaikan dalam waktu paling lama 21 hari kerja.
Selain itu, KAI menyediakan layanan trauma healing untuk klien dan keluarga mereka yang membutuhkan dukungan psikologis. Anda dapat mendapatkan layanan ini melalui Posko Informasi Stasiun Bekasi Timur atau melalui nomor telepon 0812-9660-5747. Menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pelanggan, pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari telemedicine hingga konsultasi tatap muka.
Stasiun Bekasi Timur
Sebaliknya, KAI terus mencatat barang pelanggan yang tertinggal saat kejadian. Sampai pukul 05.00 WIB 9 Mei 2026, 121 barang telah ditemukan.
Dari jumlah barang tersebut, 80 telah dikembalikan kepada pemiliknya. Dan 41 lainnya masih dalam proses verifikasi melalui layanan Lost and Found Stasiun Bekasi Timur.
Anne menyatakan, “Kami memahami bahwa setiap barang yang tertinggal memiliki arti penting bagi pelanggan maupun keluarga, jadi kami melakukan proses pendataan dan penyerahan secara teliti agar barang dapat diterima oleh pemilik yang berhak.”
Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur akan tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026 untuk memenuhi kebutuhan informasi pelanggan, administrasi, layanan lanjutan, dan dukungan psikologis keluarga.
Untuk membantu pengecekan jalur dan pemulihan operasional di lokasi kejadian, KAI terus memberlakukan pembatasan kecepatan perjalanan kereta api di lokasi kejadian.
Anne menyatakan bahwa meskipun kebijakan itu menyebabkan keterlambatan perjalanan, terutama untuk layanan Commuter Line lintas Cikarang. Hal itu dibuat untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
Baca juga : Jumlah Orang Tewas Dalam Kecelakaan KRL di Bekasi Timur Meningkat Menjadi 16 Orang.
( Anisa- red )
