INTRA62.COM – Sekitar tahun 2.500 SM, Suku (ras) Melayu pertama kali menginjakan kaki di daerah Riau. Berasal dari daratan Asia tengah dan menyebrang dari Semenanjung Malaysia. Tahun 1.500 SM merupakan gelombang kedatangan keduanya dan disusul sekitar tahun 300 SM.
Salah satu dari keturunan migran dari daratan Asia tersebut adalah Suku Melayu Riau.
Dalam sejarah kebudayaannya, mereka telah melalui beberapa pengaruh peradaban, seprti Hindu, Islam, serta peradaban Cina dan Barat (Portugis, Inggris, dan Belanda).
Mereka sempat memiliki kerajaan pada abad-abad dahulu, seperti Kesultanan Bintan atau Tumasik, Kandis atau Kuantan, Gasib atau Siak, Siak Sri Inderapura, Kriteng atau Inderangin, Malaka dan masih banyak lagi.
Baca juga : Benteng Kesultanan Buton, Wisata Bersejarah di Bau-bau Sulawesi Tenggara
Polulasinya terus meningkat bahkan sampai sekarang, mulai dari Provinsi Riau serta kepulauannya dan sekitar daerah dekat aliran sungai-sungai besar di daratan Sumatera bagian Timur.
Bahasa melayu sering dianggap sebagai salah satu sumber dasar dari bahasa Indonesia, dikarenakan bahasanya yang tidak jauh berbeda.
Awalnya digunakan sebagai bahasa sastra oleh masyarakat Indonesia pada akhir abad yang lalu, atau yang biasa disebut bahasa Melayu Tiggi.
Mata Pencaharian
Orang Melayu di Riau terbilang sedikit yang bertanam padi, hal tersebut dikarenakan keadaan alam nya yang tidak memungkinkan, namun ada juga sebagian kecil yang berladang.
Dulu mata pencaharian mereka mungkin mengolah sagu, menangkap ikan, hasil hutan, berladang serta berdagang.
mereka bisa menanam padi, ladang, ubi, buah-buahan dan sayuran. Mereka juga biasa menanam karet.
Kesenian dan Budaya

Kesenian orang Melayu Riau biasanya tidak jauh dari Budaya Islam. Di sana berkembang kesenian satra keagamaan yang diiringi musik rebana, berdah, kerompang atau kompang dan lain sebagainya. Pada awal kemerdekaan Indonesia tari-tarian Melayu sempat populer.
Terdapat juga sebuah teater rakyat, seperti dul muluk, mak yong dan mendu. Musik melayu juga menjadi cikal bakal perkembangan musik dangdut yang populer hingga saat ini.
Agama
Pada abad kesebelas Masehi banyak masyarakat Melayu yang memeluk agama Islam. Namun masih banyak juga tokoh-tokoh masyarakat yang masih meyakini ilmu gaib dan keyakinan animistis nya yang sering disebut bomo (dukun).
Mereka mempercayai akan keberadaan mahluk-mahluk halus yang dapat berubah wujud meyerupai hewan mistis seperti buaya putih, harimau tengkis dan masih banyak lagi.
