ekitaJakarta , Intra62.com . Sejarah Gula di Indoenesia, Komoditas yang primadona di Zaman Kolonial Belanda .Sejak dulu gula menjadi menarik penjajah belanda , sehingga keradaan gula menjadi hal penting bagi kehidupan bermasyarakat . Banyak makanan dan minuman membutuhkan pemanis untuk sebagai varian dalam memasak .
Dalam benak masyarakat jawa kuno , menurut penuturan para leluhur jawa diceritakan bahwa pada era kerajaan Mataram islam dulu sudah mengenal Gula . Dan gula yang dikenal oleh masyarakat Mataram Islam dulu adalah Gula jawa ( Gula aren ) . Dengan metode yang sederhana yang penting bisa menghasilkan pemanis yang enak ‘
Sejarah Gula di dunia
Secara umum ada jenis gula yang diperoleh dari proses alami. Ada gula pasir yang diproses dari sari tebu dan selanjutnya dikristalkan. Selain gula pasir ada istilah gula jawa / atau gula merah yang berasal dari nira pohon aren. Namun tidak ditemukan bukti arkeologi mengenai penanaman tebu ini dimulai . Menurut jurnal ilmia The Sugar Assocation, proses diversifikasi tebu pertama mungkin saja dilakukan oleh penduduk asli Papua Nugini.
Diperkirakan sekitar 3.000 tahun yang lalu masyarakat India di bawah Dinasti Gupta dikutip dari World History.org, . Porses di mulai memeras tebu dan mengolahnya menjadi gula pasir. Sayangnya, proses pembuatannya dirahasiakan. Namun sejak India pada 510 SM di invasi oleh penguasa Kekaisaran Achaemenid Persia Darius I . Ternyata mereka mulai memproduksi gula mereka sendiri. Dan saat itu perdagangan tentang gula mulai mendunia . Cina pada tahun 600 Masehi mengembangkan teknologi yang diperoleh dari Indiadan mulai penenaman tebu .
Baca juga : Raden Aria Wiranatakusumah V Priyayi Nasionalis pemilik Pabrik Gula .
Sejarah Pabrik Gula Tirto mulai terkuak milik siapa ?
Gula Komoditas primadona
Berbagai hampir seluruh dunia , perkembangan gula dipengaruhi kerajaan romawi . Pada tahun 1099, gula tercatat pertama kali masuk di Inggris.
Semenjak itu gula menjadi barang komoditi yang mahal seperti diasumsikan sebagai emas putih. Negara Eropa mempunyai minat terhadap gula, sehingga membuat komoditas unggulan untuk diekspor. sekitar tahun 1480 – 1540 M Portugis sebagai penjelajah membawa tebu sebagai bahan dasar pembuatan gula ke Brasil.
Dalam buku The History of Sugar: Volume One, berjalannya waktu, gula menjadi komoditas yang sangat populer. Antara tahun 1710 – 1770 M, gula mewakili 20% komoditi yang diekspor ke Eropa.

Sedangkan Sejarah gula pasir di Indonesia dipengaruhi oleh Belanda dan negara lainnya. Dan Indonesia di saat dijajah Belanda menjadi pengekspor Gula terbesar di dunia .
Disebutkan bahwa dari tahun 1870 sampai akhir abad ke-19, Dalam jurnal The sugar industry of colonial Java and its global trajectory, merupakan produsen sekaligus eksportir terbesar kedua di dunia setelah Kuba.
Kegiatan ekspor gula dari Hindia Belanda tercatat dilakukan di Batavia oleh VOC seperti dikutip jurnal resmi LP2M Universitas Jember . Namun belum diketahui mengenai proses kristalisasi kapan dimulainya .
Tapi ada indikasi adanya batu silinder di Museum Banten Lama dan lukisan peta Kota Banten tahun 1595. Bahwa pembuatan gula kristal di Indonesia pertama kali dilakukan di wilayah Banten.
Sejarah Gula di Zaman Penjajah Belanda
Indonesia dan mulai melakukan koloni di Pulau Jawa ketika Belanda datang . Sejak Cultuurstelsel Hingga Krisis Malaise Tahun 1830 – 1929, kebun-kebun tebu monokultur mulai dibuka. Menukil dari jurnal Dinamika Industri Gula . sistem tanam paksa diberlakukan . kebun tebu secara masif dilakukan saat kebijakan baru . Dan tentunya menghasilkan keuntungan yang besar bagi Belanda .
Sudah banyak pabrik gula yang dibangun sekitar tahun 1830 – 1835,. Sebagai contoh, di tahun tersebut PG di jawa tengah PG Sragi , PG Tito pG Kalibagor dan lainnya .. Sistem tanam paksa atau Cultuurstelsel sendiri membawa penderitaan bagi pribumi.
Khususnya para petani khususnya di Jawa sangat menderita akibat meningkatnya nilai ekspor gula di tahun 1840 yang mencapai 74,2 gulden. Namun kesejahteraan petani tidak dipenuhi .
Setelah sistem tanam paksa dirubang dengan kebijakan agraris wet di tahun 1870, pihak swasta akhirnya ikut masuk ke dalam industri gula. Dan akhirnya produksi gula meningkat pesat, tapi kehidupan petani tetap sengsara . Sekitar periode 1900 – 1930, industri gula di tanah Jawa mengalami puncak kejayaannya. Sehingga di tahun 1929 telah tercatat setidaknya 164 pabrik dengan total produksi gula mencapai 2,9 juta ton. ( red )
