Jakarta, Intra62.com – Untuk meresmikan revitalisasi tahap pertama cagar budaya yang berdiri sejak tahun 1914 tersebut, Presiden Prabowo Subianto tiba di Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, pada hari Kamis.
Presiden Prabowo tiba kira-kira pukul 11.00 WIB, diawasi melalui siaran langsung dari Sekretariat Presiden dari Jakarta. Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin menyambutnya.
Kepala Negara kemudian mendengarkan Bobby berbicara tentang kemajuan dalam revitalisasi Stasiun Tawang. Presiden Prabowo juga menanyakan tentang jumlah orang yang datang ke stasiun ini.
Setelah mendengarkan penjelasan, Presiden Prabowo kemudian menyapa orang-orang yang menunggu di lobi stasiun dan bersalaman dengan siswa dan orang-orang umum lainnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya tampak hadir mendampingi Presiden Prabowo saat peresmian revitalisasi Stasiun Tawang.
Untuk merevitalisasi Stasiun Tawang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang bekerja selama 240 hari, dari 5 Mei hingga 30 Desember 2025.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010, bangunan ini dianggap sebagai cagar budaya, dan proses renovasi harus melibatkan ahli cagar budaya untuk mempertahankan nilai historisnya. Ini juga sesuai dengan persyaratan Undang-Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010.
Tahap pertama pekerjaan akan mencakup penataan ruang tunggu mewah, ruang VIP, hall utama, perbaikan selasar, dan peningkatan sistem drainase untuk mencegah banjir dan genangan saat musim hujan.
Hampir seluruh layanan kereta api penumpang yang melintasi Kota Semarang dilayani oleh Stasiun Semarang Tawang, yang merupakan stasiun kelas atas tipe A.
Stasiun ini mencatatkan kinerja layanan penumpang yang sangat baik selama Semester I tahun 2026; itu menempati peringkat empat stasiun tersibuk di Indonesia dengan lebih dari 2,15 juta aktivitas naik-turun penumpang dan tingkat ketepatan waktu keberangkatan (On Time Performance) 99,45%.
Selain nilai operasionalnya, Stasiun Tawang memiliki nilai sejarah nasional yang signifikan. Ini termasuk di mana Kereta Luar Biasa berangkat ke Bandung pada 10 September 1945 dan di mana kereta yang membawa Presiden Soekarno ke Semarang untuk perundingan gencatan senjata Pertempuran Lima Hari pada Oktober 1945.
Baca Juga : KPK Memanggil Pegawai Departemen Perhubungan Terkait Kasus Suap Proyek Kereta Api.
( Red )
