Jakarta, Intra62.com – Dr. Putri Sakti, seorang spesialis gizi klinik, M.Gizi, Sp.GK, dan AIFO-K mengatakan bahwa minuman manis tidak dapat memenuhi kebutuhan air putih seseorang, terutama saat cuaca panas, yang berisiko menyebabkan dehidrasi karena minuman-minuman ini justru berisiko memperparah dehidrasi selama cuaca panas.
Putri mengatakan bahwa minuman manis bahan-bahan yang mengandung kafein, seperti yang ditemukan dalam kopi dan teh pekat, memiliki efek diuretik kecil, yang berarti bahwa ginjal mengeluarkan cairan lebih cepat melalui urine.
Dokter gizi lulusan Universitas Indonesia itu menyatakan, “Minuman berenergi memiliki komposisi tinggi kafein dan gula memberi beban ganda pada kerja jantung dan ginjal saat suhu lingkungan sedang panas.”
Untuk menghindari kehilangan cairan saat musim kemarau, Putri menyarankan untuk mengenakan pakaian berbahan katun ringan, longgar, dan berwarna terang; warna gelap menyerap panas lebih banyak.
Sebelum ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau orang untuk tetap waspada dan melakukan tindakan antisipasi untuk menghadapi kemarau yang lebih lama dan kering. Ini karena El Niño diperkirakan akan mulai menghilang pada awal tahun 2027.
Baca Juga : Dugaan Jual Beli Jabatan Di Kementerian ATR/BPN Diungkapkan oleh KPK
( Red )
