• Fri. Apr 17th, 2026

Perkuat Ekonomi di Perbatasan , BNPP dorong Hilirisasi dan Wisata

ByAF

May 17, 2025
Perkuat Ekonomi di Perbatasan , BNPP dorong Hilirisasi dan Wisata

Jakarta , Intra62.com .  Perkuat Ekonomi di Perbatasan , BNPP dorong Hilirisasi dan Wisata .   Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan usaha kecil dan menengah (UMKM) di sekitar Pos Lintas Batas Negara (PLBN) . Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI mendorong strategi pengembangan ekonomi baru di kawasan perbatasan negara.  Melalui hilirisasi komoditas unggulan dan penguatan sektor pariwisata lokal.

Menurut Irjen Pol Edfrie R. Maith, Deputi Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP, fokus strategi penguatan ekonomi akan berada di wilayah di mana terdapat 11 PLBN yang aktif.  Yang memungkinkan ekspor dan impor ke negara tetangga seperti Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini.

“Kami berencana agar industri pengolahan dapat tumbuh langsung di perbatasan. Ada komoditas potensial dari pertanian, perikanan darat. Dan laut yang bisa diolah lebih lanjut agar bernilai tambah,” kata Maith dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Ia menekankan bahwa hilirisasi memberi peluang besar untuk meningkatkan industri lokal dan menciptakan lapangan kerja. Tetapi proses ini juga memerlukan infrastruktur yang baik dan dana yang besar.

“Jika hanya menjual bahan baku, memang cepat untung, tapi ini membuat kita rentan terhadap fluktuasi pasar dan melewatkan potensi besar,” katanya.

Dia mengatakan bahwa industri pakan ternak di Bengkayang, Kalimantan Barat, sangat dibutuhkan, dan ini membuka peluang bagi industri pengolahan berbasis produk pertanian.

Selain hilirisasi, BNPP membuat rencana pengembangan wisata yang berbasis kearifan lokal dan budaya. Strategi ini mencakup membangun konektivitas destinasi, amenitas, dan kolaborasi promosi dengan komunitas lokal dan media sosial.

Ekspor Pertanian dan Perikanan

Maith mengatakan, “Setelah konektivitas selesai, akan kita padukan dengan atraksi seperti Pekan Gawai Dayak di Kalimantan atau acara keagamaan di NTT.”

Ekspor pertanian dan perikanan di PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau, diproyeksikan mencapai Rp49,2 miliar pada tahun 2024, menurut data BNPP.

Komoditas Eksport  UMKM ke PLBN Badau, Kalbar tercatat sebesar Rp12,3 miliar, terutama olahan ikan, buah, dan kerajinan. Ekspor perikanan sebesar Rp15,9 miliar dan pertanian sebesar Rp4,6 miliar, masing-masing.

Udang dogol, ikan tenggiri, durian, arang, dan daun keratom adalah komoditas utama yang diekspor. Sementara itu, minyak sawit mentah dan sarang burung walet juga menjadi andalan.

Baca juga :Anggota DPR Meminta Mekanisme Pembiayaan UMKM dalam Program MBG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/