Jakarta, Intra62.com –
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mendukung Program Pendidikan Berdampak untuk meningkatkan peran siswa.
Ini diungkapkan pada penutupan Kongres ke-V Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu, yang bertema “Pendidikan Berdampak untuk Indonesia Maju” di kampus Serang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Minggu (12/4).
Melalui pernyataan di Jakarta pada Senin, Wamendiktisaintek menyatakan bahwa forum mahasiswa seperti kongres sangat penting untuk berkolaborasi, membangun kepemimpinan, dan memperkuat kemampuan generasi muda.
Wamen Fauzan menyatakan bahwa forum seperti ini sangat strategis dalam organisasi. Bukan sekadar ritual, tetapi memiliki makna yang sangat besar bagi lahirnya pemimpin masa depan.
Lebih lanjut, Wamen Fauzan menekankan bahwa peran mahasiswa sebagai agen perubahan semakin strategis dalam mengontrol pembangunan daerah, keadilan sosial, dan demokrasi. Mahasiswa harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dalam konteks transformasi pendidikan tinggi.
Fauzan menekankan betapa pentingnya bagi mahasiswa untuk mengubah cara mereka berpikir tentang masalah di seluruh dunia, terutama dengan mempertimbangkan momentum bonus demografi di Indonesia, yang diproyeksikan mencapai puncaknya pada tahun 2030, dengan mayoritas penduduk berusia produktif.
Wamendiktisaintek Fauzan mengatakan, “Selain keberhasilan akademik, siswa harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan kesiapan menghadapi dunia nyata.”
Meskipun demikian, Supriadi, Direktur UPI Kampus Serang, menyatakan betapa pentingnya kampus untuk membina dan mendukung pertumbuhan mahasiswa sebagai pemimpin masa depan.
Bagas Yulianto, perwakilan mahasiswa dan Koordinator Pusat BEM Banten Bersatu, menekankan peran penting mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di daerah.
Dia berpendapat bahwa gerakan mahasiswa harus melampaui diskusi dan menjadi kekuatan nyata dalam mendorong pembangunan daerah melalui pendidikan yang berdampak.
Bagas Yulianto mengatakan bahwa kita harus mampu membawa ide dan solusi, termasuk memastikan bahwa masalah di masyarakat, seperti di desa, dapat disampaikan kepada pemerintah daerah dan pusat.
Baca Juga : Kementerian Keuangan: Tekanan Global di Pasar Keuangan Indonesia Masih Moderat.
Baca Juga : Anggota DPR: Kementerian Harus Melindungi Karyawan novatif Seperti Amsal.
(Red).
