Jakarta, Intra62.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memastikan bahwa semua korban kapal tanker di galangan PT ASL Shipyard Batam pada Rabu (15/10) terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK).
Diky Wijaya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepri, menjamin bahwa semua korban akan menerima perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Alhamdulillah, semuakorban kapal tanker telah didaftarkan. Saat dihubungi pada hari Kamis di Batam, dia menyatakan bahwa penyerahan santunan secara simbolis dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sekupang Kota Batam akan dilakukan minggu ini.
Dari 31 korban yang dilaporkan, 10 dilaporkan meninggal dunia, dan 21 lainnya sedang dirawat.
Dari 21 orang, Diky mengatakan bahwa satu kritis, lima dirawat di Unit Perawatan Intensif, dan sisanya mengalami luka ringan.
Setiap peserta menerima perlindungan yang diberikan oleh program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), yang telah dijamin oleh pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut Budi Pramono, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang, semua korban yang terdaftar akan menerima perlindungan penuh.
Baca Juga : Bakamla Mencegah Perampok Kapal Batu Bara.
“Semua peserta telah dilindungi dalam program JKK. BPJS-TK menanggung semua biaya pengobatan dan perawatan.”
Ia menyatakan bahwa ahli waris orang yang meninggal berhak atas santunan sebesar 48 kali upah terakhir mereka, santunan berkala, dan beasiswa pendidikan bagi anak-anak yang belajar hingga perguruan tinggi, dengan manfaat total sebesar Rp174 juta.
Korban luka akan mendapatkan perawatan medis tanpa batas biaya hingga sembuh, serta rehabilitasi vokasional dan medis bila diperlukan.
Setelah melihat langsung lokasi galangan dan para korban di rumah sakit, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengungkapkan keprihatinannya atas musibah tersebut.
Saya pergi ke ASL, melihat kapal, dan secara langsung menanyakan prosedur keselamatan. Mereka menyatakan bahwa sudah sesuai standar, tetapi masih perlu dievaluasi. Untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi, kami akan bekerja sama dengan Disnakertrans Kepri untuk melakukan audit menyeluruh. Dia menyatakan bahwa ini adalah kedua kalinya terjadi di kapal yang sama.
( Red ).
