Jakarta, Intra62.com – Salah satu penduduk lokal yang menjadi korban runtuhan mushala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, akan menerima perawatan trauma healing dari Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur.
Di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, Donny Sandito, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB), menyatakan bahwa kondisi psikis korban yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang, masih dievaluasi dan dipantau.
Donny mengatakan, “Dia sudah dipindah ke RSUD Kota Malang untuk trauma healing.”
Proses penyembuhan trauma disebutkan sangat penting untuk memulihkan dan menjaga kesehatan mental korban agar mereka tidak mengalami efek jangka panjang dari kejadian yang mereka alami.
Baca Juga : 62 Kantong Jenazah Korban Al Khoziny Diterima Oleh RS Bhayangkara.
Dia mengatakan bahwa tim Dinsos-P3AP2KB melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi psikis korban sebelum penyembuhan trauma dimulai.
“Dari sini, kami akan menyediakan pendampingan psikolog jika dibutuhkan,” katanya.
Kondisi kesehatan fisik korban, yang merupakan warga Kecamatan Kedungkandang, menurut Husnul Muarif, Kepala Dinkes Kota Malang, stabil.
Lebih lanjut, kata dia, sebelum dirawat di RSUD Kota Malang korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Siti Hajar, Kabupaten Sidoarjo.
Baca Juga : Fasilitas Pengobatan RSPPN Gratis Tersedia Untuk Awak Media.
Dia bernama Muhammad, dan dia berusia 13 tahun. Setibanya di Kota Malang, kami menemukan tidak ada tanda-tanda luka; korban dalam kondisi baik dan komunikasi berlangsung dengan baik. Husnul menyatakan bahwa pemeriksaan dasar seperti tekanan darah sangat baik.
Meskipun kondisi fisik korban dilaporkan baik, disebutkan bahwa dia perlu mendapatkan bantuan psikologis untuk menjaga kesehatan mentalnya.
Dia menambahkan, “Kami juga membantu konsultasi ke poli saraf di RSUD Kota Malang.”
Husnul menjawab bahwa dia belum menerima informasi tambahan tentang warga Malang lainnya yang menjadi korban runtuhan mushala di Pondok Pesantren Al Khoziny.
Menurutnya, “Yang baru diinformasikan dan datanya ada baru satu ini.”
(Red).
