Jakarta, Intra62.com – Orang-orang yang tinggal di tempat Pemakaman Umum TPU Kebon Nanas belum menerima surat peringatan (SP) 1.
Menurut Dicky Wijaya Sumantri, lurah Cipinang Besar Selatan, pihaknya terus berusaha meyakinkan semua warga untuk bersedia direlokasi.
Saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, Dicky menyatakan, “Saya juga masih persuasif, saya masih mendatangi warga, agar mau pindah, karena kebutuhan makam mendesak.”
Diky menjamin bahwa penduduk yang direlokasi akan ditempatkan di rusunawa, atau rumah susun sederhana sewa, yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung.
Dia menambahkan bahwa sejauh ini, tiga kepala keluarga (KK), yang terdiri dari sekitar 15 anggota keluarga, telah menyatakan kesediaan mereka untuk direlokasi ke rusunawa.
Dicky berharap, “Untuk saat ini ada tiga KK dengan sekitar 15 jiwa. Tapi ini masih bisa bertambah, datanya bergerak. Semoga bisa semuanya.
“Relokasi dilakukan untuk mengembalikan TPU Kebon Nanas sebagai tempat pemakaman karena petak makam di TPU sangat terbatas saat ini.
Selain itu, dia menolak gagasan bahwa pemerintah melakukan relokasi secara tidak sengaja.
“Ini bukannya program yang tidak sengaja. Dia menyatakan bahwa petak makam kami sangat mendesak karena kebutuhannya.
Kami melakukan sosialisasi kepada warga TPU Kebon Nanas sebelum mengusir mereka segera.
Di Kantor Walikota Jakarta Timur pada Jumat (28/11), Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyatakan, “Kami mendekatkan diri dengan cara-cara kemanusiaan.”
Dengan meningkatnya kebutuhan petak makam di Jakarta, penataan lahan dilakukan untuk mengembalikan fungsi area tersebut sebagai fasilitas pemakaman.
Penertiban permukiman warga dilakukan karena 69 TPU yang dimiliki oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta sudah penuh atau melayani pemakaman hanya dengan metode tumpang.
Baca Juga : Pemkot Medan Memungkinkan Korban Banjir Untuk Mengelola Administrasi Kependudukan Dengan Lebih Mudah.
Baca Juga : Kemensos Memberikan 2.700 Paket Makanan Siap Saji Kepada Pemkot Subulussalam.
(Red).
