Jakarta, Intra62.com –
Netty Prasetiyani, anggota DPR RI, meminta pemerintah membentuk tim investigasi transparan untuk mengusut wafatnya dr. Myta Aprilia Azmi.
Di Jakarta, Selasa, dia menyatakan bahwa penyelidikan tersebut bertujuan untuk mengungkap bukti tentang dugaan kelelahan kerja dokter magang tersebut.
Dia menyatakan bahwa untuk membuat perbaikan kebijakan di masa depan, faktor-faktor yang menyebabkan kematian seorang dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya yang mengikuti program internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi, harus diketahui.
Dia menyatakan bahwa keselamatan dokter adalah bagian dari keselamatan pasien. Kita tidak boleh menutup mata. Ini momentum untuk melakukan pembenahan total.
Dia menyatakan bahwa kematian dr Myta menambah daftar panjang peristiwa yang telah menjadi perhatian media, terutama terkait tekanan kerja tinggi dan kurangnya perlindungan bagi dokter muda.
Menurut dia, sebelum Myta, tiga dokter praktik juga meninggal dalam tiga bulan terakhir. Mereka adalah dokter di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, karena campak, dokter di Rembang, Jawa Tengah, karena anemia, dan dokter di Denpasar, Bali, karena demam berdarah dengue.
Dia berpendapat bahwa status peserta internship yang berada di antara status siswa dan tenaga kesehatan harus diperjelas.
Dia menyatakan bahwa kondisi ini berdampak pada lemahnya perlindungan hak-hak seperti jam kerja, jaminan kesehatan, dan kepastian kesejahteraan.
Dia menegaskan bahwa program internship tidak seharusnya menggantikan peran tenaga medis penuh tanpa pengawasan yang memadai, tetapi lebih sebagai proses pembelajaran untuk membangun kompetensi dan kemandirian.
Dia menyatakan bahwa banyak laporan menunjukkan beban kerja tinggi, bahkan melebihi batas, dan kurangnya pendampingan. Ini berisiko tidak hanya bagi dokter muda, tetapi juga bagi keselamatan pasien.
Akibatnya, dia juga mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kematian beberapa dokter yang terlibat dalam program internship dalam beberapa waktu terakhir.
Dia mengatakan bahwa rangkaian peristiwa ini harus menjadi alarm untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem latihan di Indonesia.
Baca Juga : Pemerintah Membebaskan Bea Impor Bahan Plastik.
Baca Juga : Pemerintah Membebaskan Bea Impor LPG.
(Red).
