• Tue. May 5th, 2026

MBG Terus Diperbarui Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional.

ByBunga Lestari

May 5, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Untuk meningkatkan sistem ketahanan pangan nasional, Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperbaiki.

Menurut Brigjen TNI (Purn) Suardi Samiran, Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN, Program MBG terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia dalam jangka panjang.

Dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, dia menyatakan bahwa program MBG bukan sekadar bantuan sosial; itu adalah inovasi strategis untuk meningkatkan potensi kognitif anak dan memperkuat sistem ketahanan pangan nasional.

Akses terhadap makanan sehat di sekolah adalah dasar bagi lahirnya generasi yang unggul dan kompetitif di seluruh dunia.

Sementara itu, Molly Prabawati, Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), menyatakan bahwa meskipun Program MBG belum memberikan manfaat kepada masyarakat perkotaan, itu sangat penting bagi masyarakat di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T), terutama untuk anak-anak.

Indonesia adalah negara yang luas dengan lebih dari 17 ribu pulau. Ada kota besar dan pelosok-pelosok, termasuk 3T. Masyarakat di perkotaan menghadapi tantangan karena kondisi ini. Molly menyatakan bahwa meskipun MBG mungkin dianggap tidak bermanfaat bagi masyarakat perkotaan, ia tetap sangat diperlukan bagi anak-anak kita yang tinggal di pelosok dan daerah 3T.

Ia mengatakan bahwa Indonesia harus menyiapkan anak-anak yang sehat pada tahun 2045 jika mereka ingin membangun Generasi Emas. Oleh karena itu, MBG sangat dibutuhkan untuk membantu mereka yang duduk di bangku sekolah meningkatkan fokus saat belajar.

Dia menyatakan, “Saya yakin MBG ini sangat dibutuhkan karena mereka di sekolah sudah menyiapkannya supaya mereka bisa berpikir jernih, jadi kita sangat terbantu, ibu-ibu juga terpenuhi kebutuhannya.”

Molly menegaskan bahwa metode MBG memang berbeda-beda untuk anak-anak sekolah dan penerima manfaat lainnya, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

Kita membuat strategi komunikasi untuk masing-masing segmen, termasuk ibu menyusui dan balita. Menurutnya, masyarakat memerlukan pemahaman yang lebih baik dengan informasi sederhana dan dukungan ahli gizi yang memberikan cerita lengkap. Ini adalah salah satu program pemerintah yang paling populer.

Baca Juga : BRIN Menekankan Pengawasan Maksimal Pada Berbagai Aspek Penting Dari Program MBG.

Baca Juga : BGN: Perputaran Dana di Jabar Melalui MBG Mencapai Rp6 Triliun Per Bulan.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/