Jakarta, Intra62.com – Menurut Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), masyarakat diminta untuk menghindari melakukan aktivitas di sekitar radius bahaya Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut).
Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid mengatakan dalam pernyataan yang diberikan di Manado, Selasa bahwa potensi bahaya saat ini berupa erupsi yang menghasilkan lontaran material pijar dan paparan abu vulkanik yang bergantung pada arah dan kecepatan angin serta lahar saat hujan deras turun di sekitar Gunung Ruang.
Laporan tersebut menyatakan bahwa sejak 4 Juli 2025, gempa vulkanik telah mulai dicatat karena perbaikan stasiun RUA3 dan pengiriman data normal ke Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Ruang.
Dia mengatakan bahwa pada periode 16 hingga 31 Oktober 2025, tercatat 18 kali gempa vulkanik dangkal, rata-rata 0-2 per hari, yang biasanya terkait dengan magma migrasi atau naik ke permukaan.
Baca Juga: Gunung Marapi Di Sumbar Masih Kategori Waspada.
Hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Ruang berada pada status Level II (Waspada). Hasil ini memberikan beberapa rekomendasi, seperti bahwa masyarakat sekitar dan pengunjung diharapkan tetap waspada dan tidak memasuki area di sekitar dua kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Ruang.
Selain itu, masyarakat disarankan untuk selalu menggunakan masker untuk menghindari paparan abu vulkanik, yang dapat mengganggu sistem pernafasan.
Dia juga menyatakan bahwa orang-orang di luar radius dua kilometer diharapkan tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Mereka juga diharapkan tidak terpengaruh oleh masalah erupsi dan terus mengikuti perkembangan Gunung Ruang melalui aplikasi Magma Indonesia.
Baca Juga : TNGR: Sepuluh Hektare Tanah Terbakar Di Gunung Rinjani.
(Red).
