Jakarta, Intra62.com –
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengapresiasi semangat masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) yang telah membayar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (Bipih) hingga 107 persen, meskipun provinsi tersebut sedang menghadapi bencana alam.
Dalam kunjungannya ke Kota Padang, Jumat, Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah Kemenhaj Harun Al Rasyid menyatakan, “Nah, ini yang kita apresiasi untuk pemerintah daerah dan Kanwil Kementerian Haji Umrah Sumatera Barat bisa mendorong jamaah melakukan pelunasan Bipih meskipun sedang dalam suasana bencana.”
Menurut mantan penyidik KPK tersebut, antusiasme masyarakat, terutama calon jamaah haji, untuk melakukan perjalanan ke Tanah Suci sangat tinggi. Meskipun demikian, Kemenhaj sempat mempertanyakan pelunasan Bipih untuk provinsi yang terkena dampak bencana.
Dia menyatakan bahwa, meskipun awalnya kita agak khawatir dengan Sumbar dan Aceh, keduanya ternyata mampu memenuhi target dan tepat waktu.
Kemenhaj berharap semangat dan semangat yang ditunjukkan oleh orang-orang di Ranah Minang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memenuhi kewajiban mereka sebelum mereka pergi ke Tanah Suci.
“Ya, ketegarannya sudah benar-benar teruji meskipun dalam situasi bencana,” katanya.
Harun tidak dapat memastikan berapa banyak calon jamaah haji yang terkena dampak banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumbar.
Dia menyatakan, “Saya harus melihat datanya. Tapi setidaknya tadi, pelunasan Bipih Sumatera Barat ini mencapai 107 persen.”
Meskipun demikian, M. Rifki, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, menyatakan bahwa capaian pelunasan Bipih di Ranah Minang hingga 107 persen disebabkan oleh kerja keras semua pihak, khususnya dalam hal sosialisasi kepada calon jamaah haji.
Dia menyatakan bahwa, meskipun pemulihan bencana masih berlangsung, ada dorongan besar dari masyarakat untuk melunasi Bipih.
(Red).
