Jakarta, Intra62.com –
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta percaya bahwa dengan integrasi sistem pembayaran QRIS Indonesia dengan JPQOR (standar QR Jepang) sejak 17 Agustus 2025, nilai transaksi perdagangan antara Jepang dan Indonesia akan meningkat.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, Filianingsih menyatakan bahwa pada tahun 2025, nilai perdagangan kedua negara akan mencapai 224 triliun yen.
Dia menyatakan bahwa integrasi sistem QRIS Indonesia dengan JPQOR Jepang adalah langkah pertama yang akan memungkinkan merchant melakukan transaksi secara langsung dan memperhalus arus transaksi digital antarnegara.
Dalam kesempatan ini, Filianingsih menekankan pentingnya penggunaan Transaksi Mata Uang Lokal (LCT) untuk mengurangi biaya operasi dan mengurangi risiko volatilitas nilai tukar.
Menurut Filianingsih, Wakil Kepala Perwakilan (Deputy Chief of Mission) KBRI Tokyo Maria Renata Hutagalung mengatakan bahwa transaksi yang mudah menjadi faktor penting dalam hubungan ekonomi kedua negara.
Renata juga menekankan pentingnya peningkatan kerja sama finansial melalui kerangka Transaksi Mata Uang Lokal (LCT), yang sejalan dengan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia.
Ia menyatakan bahwa penggunaan sistem ini terus meningkat, menjadikan Jepang sebagai mitra LCT terbesar kedua di Indonesia.
Dalam kesempatan ini, Kenichi Hirano, Executive Vice President JETRO, kembali menegaskan bahwa Jepang melihat Indonesia sebagai salah satu mitra ekonomi paling penting di Asia Tenggara karena besarnya potensi pasar dan pertumbuhan ekonomi yang terus menerus.
Dengan etalase investasi yang semakin beragam dan dukungan undang-undang yang semakin matang, diproyeksikan aliran modal dari Negeri Sakura ke Indonesia akan semakin deras di masa mendatang.
Dalam Indonesia-Japan Investment Forum (IJIF) 2026, berbagai pernyataan dibuat.
Forum IJIF 2026 akan menghasilkan komitmen bisnis yang nyata dan bukan sekadar acara presentasi. Sejumlah perusahaan terkemuka, seperti Pongamia Co., Ltd. dan Onoda Inc., mengumumkan Letter of Intent (LoI), yang menunjukkan kepercayaan investor Jepang.
Melalui pengembangan perkebunan tanaman Pongamia di Indonesia, Pongamia menunjukkan komitmennya untuk investasi di sektor energi terbarukan. Diharapkan bahwa biodiesel dan bioavtur akan dibuat sesuai dengan peta jalan transisi energi hijau di tanah air.
Onoda Inc. sedang mempersiapkan untuk membangun peralatan gas meter berteknologi ultrasonik yang berasal dari Jepang untuk mengejar sektor manufaktur.
Diharapkan bahwa investasi ini akan membantu upaya pemerintah untuk memperluas cakupan jaringan gas rumah tangga nasional.
Baca Juga : DKI Mendorong Perangkat Daerah Menemukan Strategi Pembiayaan Inovatif Mendukung PAD.
Baca Juga : Presiden meminta menteri bersihkan birokrasi dari korupsi dan pungli.
(Red).
