• Fri. Jun 5th, 2026

Menurut Pakar, Indonesia Dapat Membeli Minyak Rusia Dengan Harga 59 Dolar AS Per Barel.

ByBunga Lestari

Apr 14, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Menurut Yayan Satyakti, pakar energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Indonesia dapat mendapatkan minyak Rusia dengan harga 59 dolar AS per barel, yang lebih rendah daripada harga minyak dunia.

Disebabkan perang AS-Israel melawan Iran, harga minyak global saat ini berada di kisaran 100 dolar AS per barel.

“Betul. Andaikan dengan harga normal, yang sekitar 60 hingga 70 dolar AS per barel, minyak Rusia tetap lebih murah, yaitu sekitar 59 dolar AS per barel,” kata Yayan kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Menurut Yayan, harga minyak Rusia akan mencapai 25 dolar AS per barel pada tahun 2025 setelah negara-negara barat memberlakukan sanksi embargo terhadap produk minyak Rusia sejak 2022.

Menurut Yayan, harga minyak dari Timur Tengah berada di sekitar 60 hingga 70 dolar AS per barel.

Saat ini, harga minyak dunia terus melonjak hingga di kisaran 100 dolar AS per barel, bahkan sempat menyentuh 116 dolar AS per barel, karena Selat Hormuz ditutup karena perang AS-Israel melawan Iran.

Yayan menyatakan, “Kalau kita lihat berdasarkan asumsi penerimaan, pemerintah Rusia menetapkan harga minyak sebesar 59 dolar AS per barel.”

Lebih lanjut, Yayan menjelaskan bahwa harga minyak Indonesia akan berada di kisaran 76,7–80 dolar AS per barel jika Indonesia membeli minyak dari Rusia dengan biaya logistik sekitar 30% dari harga minyak.

Oleh karena itu, jika dibandingkan dengan harga minyak dunia yang sempat mencapai 116 dolar AS per barel, biaya pembelian minyak dari Rusia sekitar 31 hingga 51 persen lebih rendah.

Yayan berkata, “Lebih efisien, atau bahkan lebih murah dari itu, jika lobi antara Presiden Prabowo dan Presiden Putin berhasil.”

Menurut Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas kerja sama energi yang spesifik dan berfokus pada kepentingan nasional.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan kilang minyak, penguatan perdagangan minyak, dan peningkatan pemanfaatan teknologi energi, menurut keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Selasa.

Bahlil mengatakan, “Dalam jangka panjang, Indonesia turut membuka peluang kolaborasi di sektor energi bersih. Sebagai upaya yang diarahkan untuk mendukung diversifikasi energi,”

Pasar energi global yang tidak stabil terus memengaruhi stabilitas pasokan energi di banyak negara, termasuk Indonesia.

Pemerintah terus berusaha mengambil tindakan strategis untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah melalui penjajakan kerja sama dengan Rusia, yang merupakan salah satu negara produsen energi terbesar di dunia.

Baca Juga : Pakar: Data Harus Digunakan Untuk Menertibkan Sawit Yang Dianggap Ilegal.

Baca Juga : Pakar: Bencana Hidrometeorologi Tidak Hanya Disebabkan Oleh Iklim.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/