• Sun. Apr 19th, 2026

BMKG: Kemarau akan tiba lebih cepat di 66% wilayah Jawa Barat.

ByBunga Lestari

Apr 14, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat, cuaca diproyeksikan lebih kering dari biasanya dan sekitar 66% wilayah provinsi itu akan dikepung kemarau lebih awal.

BMKG Jawa Barat memberikan peringatan serius kepada masyarakat karena kemarau akan berlangsung lebih lama dan lebih awal dari biasanya.

Selasa, Prakirawan BMKG Jawa Barat Vivi Indhira mengatakan secara online bahwa pada bulan Mei, sebanyak 56 persen wilayah di Jawa Barat akan memasuki musim kemarau.

Vivi menjelaskan bahwa fenomena kemarau ini sebenarnya telah muncul sejak Maret di Bekasi dan Karawang Utara, sebelum berkembang ke Subang dan Indramayu pada April. Dia menyatakan bahwa pada Agustus mendatang, 90 persen wilayah Jawa Barat akan mengalami kemarau ekstrem.

Menurutnya, 93% wilayah akan kering pada musim kemarau tahun 2026, yang diproyeksikan akan berlangsung lebih lama.

Dia menyatakan bahwa selain pada bulan Agustus, ketika 90% wilayah mengalami puncak kemarau, sebagian kecil wilayah 8% mencapai puncaknya pada bulan Juli dan 2% pada bulan September.

Hanya dua persen daerah memiliki ciri musiman yang berbeda. Ini termasuk Kota Bogor, Bogor tengah, dan sebagian kecil Sukabumi utara.

BMKG Jawa Barat meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera melakukan tindakan mitigasi untuk mencegah krisis air bersih yang lebih besar.

Vivi mengatakan bahwa wilayah Jawa Barat akan memiliki musim kemarau yang lebih lama atau lebih lama dari biasanya.

Orang-orang diminta untuk mulai mengurangi penggunaan air bersih, sementara otoritas terkait diminta untuk mengoptimalkan operasi bendungan, waduk, dan embung untuk kebutuhan darurat.

BMKG meminta para petani untuk mengubah kalender tanam mereka dengan menghindari puncak musim kemarau dan beralih ke varietas tanaman yang berumur pendek dan tahan kekeringan.

Vivi Indhira mengatakan, “Untuk sektor kebencanaan, dimohon kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan kejadian kebakaran hutan dan lokal.”

Baca Juga : BMKG Memasang Perangkat Navigasi Kapal Untuk Mengidentifikasi Tsunami di Sumbar.

Baca Juga : BMKG: 5 April di Balikpapan Waspada Pasang Laut 2,9 Meter.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/