• Sun. Apr 19th, 2026

Menkeu Segera Kaji Pelaksanaan ICS untuk usaha kecil dan menengah (UMKM) melalui KSSK.

ByAF

Jul 12, 2024
Menkeu Segera Kaji Pelaksanaan ICS untuk usaha kecil dan menengah (UMKM) melalui KSSK.

Jakarta , Intra62.com .  Menkeu Segera Kaji Pelaksanaan ICS untuk usaha kecil dan menengah (UMKM) melalui KSSK. Ini adalah hasil dari diskusi yang dilakukan dengan Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, tentang cara menyelesaikan masalah kredit UMKM.

Dalam postingan di akun Instagram resminya, @smindrawati, Sri Mulyani menyatakan, “Saya sampaikan kepada Menteri Teten, saya menyambut baik penerapan ICS bagi UMKM ini. Saya akan berbicara lebih lanjut dengan rekan-rekan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terkait ICS ini.”

Menkeu mengatakan pertumbuhan UMKM, yang merupakan tulang punggung perekonomian negara. Harus dijaga karena UMKM berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja. Yang mencapai 97 persen dari total tenaga kerja di Indonesia.

Sementara itu, Sri Mulyani menyatakan dengan masalah kerugian kredit yang disebabkan oleh Non-Performing Loan (NPL) saat membantu pertumbuhan UMKM.

Dia menyatakan bahwa NPL ini menjadi hambatan bagi bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR sendiri merupakan salah satu intervensi langsung pemerintah dalam mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia.

Baca juga : Pelemahan Rupiah Anjlok Terjun Bebas , Begini Alasan Sri Mulyani .

“Kerja sama diperlukan dalam mendesain beragam instrumen keuangan negara untuk membantu masyarakat. Terutama di era yang sudah sangat terkoneksi dan digital ini,” kata Sri Mulyani.

Menurut Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK.

Kehadiran sistem peringkat kredit inovatif (ICS) atau Lembaga Pemeringkat Kredit Alternatif (LPKA) akan melengkapi ekosistem sistem pertanggungjawaban kredit di Indonesia.

ICS dapat menawarkan layanan penilaian kelayakan kredit konsumen melalui pemrosesan data alternatif, seperti data telekomunikasi, pemanfaatan utilitas, dan e-commerce, melalui model bisnis berbasis digital.

Menurut Hasan, data alternatif ini lebih mudah diakses dan dimiliki oleh segmen unbank dibandingkan dengan data historis kredit dan turunannya. Akibatnya, ICS akan memudahkan LJK untuk memberikan kredit dan pembiayaan kepada masyarakat dalam hal ini. ( redx )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/