Jakarta, Intra62.com – Selasa (9/12), Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan bahwa lebih dari sepuluh gempa susulan mengguncang Jepang dalam waktu 14 jam setelah gempa berkekuatan 7,5 magnitudo melanda wilayah utara negara tersebut.
Tercatat 14 getaran, masing-masing dengan magnitudo antara 3,6 dan 6,4, dan kedalaman antara 10 dan 50 kilometer.
Baca Juga : Jepang Mengirim Diplomat Ke China Dalam Upaya Meredakan Ketegangan Di Taiwan.
Di bagian utara Prefektur Aomori, gempa berkekuatan 7,5 magnitudo memicu peringatan tsunami di pantai timur laut Pulau Honshu dan pantai timur Pulau Hokkaido.
Tsunami dapat mencapai tinggi hingga 70 sentimeter. Namun, peringatan tersebut ditarik keluar enam jam setelah gempa.
Baca Juga : Kamis Siang, Gempa Magnitudo 6,4 Mengguncang Sinabang, Aceh.
Baca Juga: Gempa Kecil Mengguncang HSU Dan Balangan Kalsel.
Gempa ini memiliki pusat pada kedalaman 54 kilometer di lepas pantai timur Aomori, dan memiliki intensitas lebih dari enam pada skala tujuh poin Jepang. Sebanyak tiga puluh orang mengalami luka-luka.
Selama sepekan terakhir, pemerintah dan pihak meteorologi Jepang telah memperingatkan tentang peningkatan kemungkinan gempa susulan besar yang dapat melanda wilayah utara Hokkaido dan wilayah Sanriku di timur laut Jepang.
Baca Juga : Gempa Simeule Aceh Tidak Berpotensi Menjadi Tsunami, Menurut BMKG.
Baca Juga :BMKG: Sembilan Rentetan Gempa Kecil Terjadi Di Buleleng, Bali, Pada Tanggal 26 Dan 27 November.
(Red).
