Jakarta, Intra62.com – Usai Kongres Peru menyetujui mosi pemakzulan Dina Boluarte melalui pemungutan suara, dia resmi dimakzulkan dari jabatannya sebagai Presiden Peru pada Jumat waktu setempat.
Keputusan ini dibuat setelah mayoritas anggota Kongres Peru menyetujui mosi untuk memulai proses pemakzulan Boluarte.
Presiden Dina Boluarte Segarra dimakzulkan oleh Kongres Republik Peru. Kongres Peru mengumumkan di media sosial X bahwa, sebagai akibatnya, proses suksesi jabatan yang ditetapkan oleh Konstitusi Politik Peru akan diterapkan.
Presiden yang dimakzulkan menolak menghadiri rapat parlemen, menurut laporan surat kabar Comercio, karena ia tidak ingin memberi legitimasi terhadap proses yang “melanggar hak konstitusionalnya”.
Proses pemakzulan tersebut dimulai oleh perwakilan sejumlah partai politik di tengah situasi keamanan negara yang semakin parah akibat meningkatnya kejahatan, demikian laporan radio Peru RPP.
Dilaporkan bahwa perwakilan dari tujuh fraksi partai politik di Kongres Peru juga menandatangani petisi pemakzulan Boluarte.
Peru telah mengalami peningkatan kasus kejahatan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pembunuhan, pencurian, dan pemerasan. Hal ini juga menyebabkan mogok kerja dan demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh orang-orang Peru.
Baca Juga : Casco ungkapkan isi rapat dengan Mensesneg-Menkeu yang membahas masalah politik-ekonomi.
( Red ).
