Jakarta, Intra62.com – Menurut Beny Bandanadjaja, Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2025 adalah salah satu acara yang akan menunjukkan inovasi siswa di negara ini.
Di Padang, Jumat, Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa Kemdiktisaintek Beny Bandanadjaja mengatakan, “Mari jadikan KRTI 2025 ini sebagai ajang yang saling menguatkan dan membuktikan semangat inovasi Indonesia tidak pernah padam.”
Hal ini disampaikan oleh Beny Bandanadjaja di final Kontes Robot Terbang Indonesia di Universitas Andalas (UNAND) di Padang, Sumatera Barat.
Beny Bandanadjaja menyatakan bahwa KRTI 2025 akan menjadi perayaan hubungan akademik dan solidaritas di perguruan tinggi se-Indonesia serta momentum inovasi dan teknologi bangsa.
Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa Kemendiktisaintek tersebut menyatakan, “Hari ini kita menyaksikan semangat mahasiswa bersatu membawa nama almamater, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan selama mengikuti kontes robot.”
Ia menyatakan bahwa KRTI membantu generasi muda bersemangat untuk membuat inovasi. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bersaing untuk membuat robotik terbaik yang diharapkan akan menjadi solusi di masa depan.
Tema utama KRTI adalah “Membangun Kemandirian Teknologi dan Inovasi Kedirgantaraan Menuju Indonesia Emas 2045” pada tahun 2025. Diharapkan juga bahwa gagasan ini akan menjadi sarana penting bagi anak-anak bangsa untuk terus berkarya dan berinovasi.
Menurut Prof Syukri Arief, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNAND, KRTI menunjukkan komitmen perguruan tinggi terhadap inovasi, kreativitas, dan semangat kompetisi di bidang robotika dan aeronautika.
Prof Syukri menyatakan bahwa kontes ini tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai tempat untuk belajar, berbagi pengetahuan, dan meningkatkan kemampuan peserta dalam menciptakan robot terbang yang inovatif dan berkualitas tinggi.
Baca Juga : TNI Evaluasi Acara HUT Setelah Dua Prajurit Meninggal Dunia.
Baca Juga :Strategi komunikasi publik Kementrans bergantung pada prinsip jurnalistik.
( Red ).
