Jakarta, Intra62.com – Sehubungan dengan usulan koalisi permanen pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Guntur Romli, juru bicara Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP), menyatakan bahwa partainya akan bersikap independen.
Di Jakarta, Selasa, dia menjawab pertanyaan wartawan dengan mengatakan, “Kami lebih ke sikap bahwa kami tetap menegaskan di luar pemerintahan.”
Guntur percaya bahwa sikap independen didasarkan pada komitmen internal untuk menjadi partai penyeimbang dalam pemerintahan dan tidak mempermasalahkan bentuk koalisi permanen.
Tidak peduli apa bentuk koalisi permanen. Dia menyatakan bahwa itu tidak termasuk dalam komentar mereka. Sebaliknya, mereka bertindak sebagai penyeimbang politik.
Selain itu, Guntur mengingatkan bahwa usulan tersebut tidak boleh menghasilkan kekuasaan absolut yang dapat mengancam demokrasi Indonesia.
Dia mengatakan, “Kami hanya ingin mengingatkan agar koalisi yang disebut permanen tidak terjerumus ke kekuasaan absolut, dan jangan lupa bahwa kekuasaan absolut juga dapat merusak.”
Sebelum itu, Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Bahlil Lahadalia, menyampaikan secara langsung usulan koalisi pemerintahan yang permanen pada Perayaan Puncak HUT ke-61 Partai Golkar dengan judul “Merajut Kebersamaan Membangun Indonesia Maju” di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12).
Bahlil mengatakan bahwa usulan itu bertujuan untuk menjaga stabilitas pemerintahan, terutama untuk mencegah kepentingan pribadi setiap partai yang tergabung dalam koalisi pemerintah saat ini.
Jadi, jangan koalisi itu: saat bahagia, partai datang, saat sedih, partai pergi. Menurut Sekjen saya, off, off. Menurut Bahlil, kita harus tetap lemah lembut dan tidak mengartikan politik sebagai menuntut terus-menerus karena tidak bisa.
Baca Juga : Budi Arie , Ketua Umum Projo Loncat ke Partai Gerindra
(Red).
