• Sun. Apr 19th, 2026

Ketum AWDI : Langkah Mundur Bila Pemkot ingin Transparan, Tapi Abaikan Pers

ByAF

Jul 11, 2025
Ketum AWDI : Langkah Mundur Bila Pemkot ingin Transparan tapi, Abaikan Pers

Jakarta , Intra62.com . Ketum AWDI : Langkah Mundur Bila Pemkot ingin Transparan tapi, Abaikan Pers . Hal ini diungkapkan oleh Ketum AWDI Balham Wadja dalam diskusi interaktif dengan ” tema mencari benang merah Pers dengan Pemkot “dikantor DPP AWDI Jum’at siang ( 11/07/2025 ) .

Seperti contoh pernyataan , Kang Dedi Mulyadi, yang meminta masyarakat dan pejabat publik untuk mengabaikan media pers baru-baru ini telah menyebabkan banyak kontroversi. Kang Dedi seolah-olah meremehkan dan mengerdilkan peran penting media sosial dalam demokrasi ketika dia mengatakan “tidak usah kerjasama dengan media” . Dan menyarankan agar kepala dinas di lingkungan Pemprov Jabar menyampaikan informasi langsung melalui media sosial.

Pernyataan Kang dedi harus disikapi bahwa pers harus lebih proaktif dalam mengawal kebijakan pemkot . Apakah kebijakan itu bermuara pada kepentingan masyarakat atau kepentingan golongan , ” jelas Balham .

Ini adalah ujian bagi Pers , apa kita akan kendor atau maju terus mengawal kebijakan KDM , ” Ujar Balham Wadja SH . Media pers, sebagai pilar keempat demokrasi, sangat penting untuk mengawasi pemerintahan, menyuarakan keinginan rakyat, dan memberikan informasi yang akurat.

Transparansi adalah dasar pemerintahan yang baik. Namun, bagaimana transparansi dapat dicapai jika pemkot, atau pemerintah kota, mengabaikan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi?.  Situasi seperti ini menunjukkan kemunduran dalam upaya untuk meningkatkan keterbukaan informasi publik , ” Ungkap Balham Wadja SH .

Media tidak hanya menyampaikan berita; ia berfungsi sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Dengan adanya media, setiap kebijakan, program, dan penggunaan anggaran dapat dipantau dan dikritik secara objektif.

Melibatkan dan menghormati jurnalis seharusnya menjadi keharusan jika Pemkot benar-benar berkomitmen untuk transparansi.

Mengabaikan media massa sama dengan mengabaikan suara rakyat. Hak publik untuk mengetahui dan berpartisipasi juga terkait dengan akses informasi.

Informasi Terbatas

Transparansi hanyalah slogan yang tidak berguna ketika konfirmasi sulit didapat, ruang liputan terbatas, dan informasi terbatas untuk orang tertentu.

Oleh karena itu, jika Pemkot benar-benar ingin membangun pemerintahan yang bersih dan transparan, kolaborasi mereka dengan insan pers harus diperkuat

Mengizinkan media untuk berkembang adalah kemajuan, tetapi mengabaikannya adalah kemunduran yang akan merusak kepercayaan publik.

Baca juga : Ketum AWDI , B Wadja : AWDI Hadir Juga Sebagai Penggerak diplomasi Budaya

(Anisa-red)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/