Jakarta, Intra62.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menurut Ketua Setyo Budiyanto, masih mempertimbangkan secara internal rencana pemanggilan saksi terkait dugaan korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.
“Ya, biasanya ditelaah dulu,” kata Setyo di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa.
Ia menyatakan bahwa mereka terus melakukan pemeriksaan dan pemanggilan saksi untuk memastikan prosedur lanjutan dalam menangani kasus dugaan korupsi tersebut, termasuk menentukan pihak yang akan dimintai keterangan.
Menurut Setyo, sesuai dengan prosedur penanganan di KPK, setiap aduan atau informasi tambahan dari masyarakat akan diselidiki terlebih dahulu oleh direktorat yang relevan sebelum diambil tindakan selanjutnya.
Dia menyatakan, “Saya belum melakukan pemeriksaan Nanti pasti dari Direktorat Pelayanan Pengaduan Masyarakat akan merespons seperti apa.”
Baca Juga : Kasus CSR BI-OJK: KPK Memanggil Rajiv, Anggota DPR RI
Sehubungan dengan kemungkinan audit proyek kereta cepat, Setyo mengatakan bahwa masalah tersebut baru saja diselesaikan dan masih menunggu hasil kajian awal.
Sebelumnya, Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, mengungkapkan dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Mahfud MD Official, pada 14 Oktober 2025, bahwa ada dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan penggelembungan anggaran atau mark-up pada proyek Whoosh.
Dia menyatakan bahwa biaya kereta Whoosh per kilometer adalah 52 juta dolar AS, menurut perhitungan yang dilakukan oleh orang Indonesia. Namun, di China sendiri, harganya naik tiga kali lipat menjadi 17 hingga 18 juta dolar AS.
( Red ).
