Jakarta, Intra62.com – Kementerian Pertanian Republik Indonesia diminta oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk meningkatkan produksi komoditas ekspor unggulan Kepulauan Bangka Belitung dengan mengembangkan varietas lada yang lebih unggul.
Peneliti Ahli Utama BRIN Prof Dr Ir Risfaheri, saat memberikan materi Focus Group Discussion Mengembalikan Kejayaan Lada Putih secara online di Pangkalpinang, Kamis, mengatakan bahwa kementan harus memperbanyak budidaya varietas unggul tanaman lada Bangka Belitung ini.
Ia menyatakan bahwa varietas lada terbaik di Kepulauan Bangka Belitung harus dikembangkan. Varietas Petaling I dari Namang Kabupaten Bangka Tengah, yang dapat menghasilkan 2,8 kg per pohon, dan varietas Petaling 2 dari Kemuja Kabupaten Bangka, yang dapat menghasilkan 3 kg per pohon.
Varietas lada Nyelungkup dari Bangka Tengah memiliki potensi produksi 2,01 kg per pohon, sementara varietas lada Bengkayang memiliki potensi produksi 4,87 kg per pohon, dan varietas lada lainnya yang memiliki potensi produksi tinggi dan tahan terhadap hama penyakit.
Dia mengatakan bahwa setengah dari potensi produksi tanaman lada ini sudah cukup untuk mengembalikan popularitas lada putih Bangka Belitung.
Karena tanaman ini sesuai dengan kondisi alam, iklim, dan tanah yang ada di wilayah tersebut, mengembangkan varietas lada lokal ini tentunya sangat tepat untuk meningkatkan produksi komoditas ini, katanya.
Dia menyatakan bahwa pengembangan ini sangat penting mengingat popularitas lada putih Bangka Belitung, yang dikenal sebagai “Muntok White Pepper”, di seluruh dunia, dan tingginya permintaan pasar untuk produk dari Kepulauan Babel.
Baca Juga : BRINS Dengan Perumda Perlindungan Pedagang Pasar.
(Red).
