Jakarta, Intra62.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Asei Besar di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, menerima penghargaan Inspiradaya 2025 dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) sebagai dapur inspiratif penggerak yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, inovasi pangan lokal, dan tata kelola inklusif.
Menurut Sofyan Hasan, kepala SPPG Asei Besar, dalam siaran pers di Jayapura, Rabu, SPPG Asei Besar memenuhi unsur pemberdayaan karena melibatkan masyarakat lokal, mulai dari relawan hingga pemasok bahan baku.
Dia menambahkan, “Selain itu, SPPG ini juga aktif memberikan edukasi melalui modifikasi pangan lokal kepada hampir 3.000 penerima manfaat.”
Mereka berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dengan penghargaan ini karena dapur Asei Besar dapat menjadi pusat ekonomi komunitas di sekitar danau.”
Mereka berharap hal yang sama akan terjadi di dapur lain juga. Dengan demikian, tujuan Badan Gizi Nasional (BGN) selain pemenuhan gizi juga berfokus pada membangun ekosistem ekonomi yang menguntungkan bagi masyarakat lokal.
Hesty Kere, Ketua Yayasan TEKER Harapan Papua, menyatakan bahwa sejak awal, yayasan itu telah berkomitmen untuk mendorong masyarakat lokal untuk berpartisipasi sebagai relawan dalam menyuplai bahan baku.
Dia menjelaskan, “Dari awal memang kami berniat untuk membentuk ekosistem pemasok yang berbasis komunitas, terutama karena dapur berada di dalam masyarakat adat sehingga tidak ada barang yang masuk dari luar tanpa campur tangan masyarakat.”
Dia mengatakan bahwa dia melibatkan mama-mama Papua sebagai relawan dan sebagai pemasok komoditas lokal seperti ikan asar dan umbi-umbian. Selain itu, dia juga melibatkan masyarakat adat.
Dua SPPGI dari Provinsi Papua, SPPG Asei Besar, Sentani Timur, dan SPPG Titian Kasih, Yapen, terpilih untuk mendapatkan Penghargaan Inspiradaya dari Kementrian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.
Baca Juga :Polisi Papua “Groundbreaking” Enam SPPG Baru.
(red).
