Jakarta, Intra62.com –
Untuk mendukung gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI), yang didirikan oleh Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memulai konsep pertemuan hijau.
Untuk mengurangi jumlah plastik yang dihasilkan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa mereka mulai mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan di setiap rapat internal.
Selain itu, kami baru saja menyelenggarakan pertemuan hijau, di mana tidak ada minuman dalam botol plastik. Jadi, kami mulai menyelenggarakan pertemuan hijau, di mana minuman tidak lagi dikemas dalam botol plastik. Di Depok, Jawa Barat, Selasa, Mendikdasmen Mu’ti menyatakan bahwa ini langsung menjawab arahan Presiden terkait gerakan ASRI.
Ia menyatakan bahwa karyawan di lingkungan Kemendikdasmen harus membawa botol minum atau tumbler masing-masing karena ada dispenser air minum di setiap kegiatan rapat.
Pada hari Senin, 9/2, Pratikno, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), meminta lembaga pendidikan untuk meningkatkan pendidikan karakter tentang perubahan iklim dan menanamkan budaya hijau dalam kehidupan siswa, dengan tujuan mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan di depan layar.
Kami ingin anak-anak mulai bergeser dari waktu layar ke waktu hijau, dari menonton layar ke melihat realitas kehidupan yang sebenarnya. Menurut Pratikno, itu harus menjadi aktivitas yang mengeksplorasi kondisi lingkungan sekitar.
Menurutnya, disrupsi iklim memiliki dampak nyata pada kehidupan sehari-hari dalam berbagai aspek, termasuk ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Karena itu, para siswa harus memahami cara menekan dampak tersebut untuk melindungi mereka di masa depan.
Salah satunya adalah dengan mengubah kebiasaan menonton televisi menjadi waktu hijau dengan melakukan hal-hal seperti memilah sampah dan menghabiskan bekal makanan masing-masing.
Jadi, kami ingin mengajak Bapak-Ibu Kepala Dinas dan Kepala Sekolah menjadi orkestrator untuk membangun SDM unggul, mengajak semua pihak untuk bergabung, membuat sekolah sebagai media pembelajaran SDM unggul dan tangguh, sehat fisik, sehat mental, sehat sosial mampu menghadapi disrupsi perubahan iklim.
(RED).
