Jakarta, Intra62.com –
Menurut Kementerian Perdagangan, harga bawang putih nasional pada Maret 2026 mulai menunjukkan tren penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, beberapa daerah masih mencatat harga di atas Harga Acuan Penjualan (HAP).
Menurut Nawandaru Dwi Putra, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, harga bawang putih grade A (kating) rata-rata di negara ini adalah Rp39.091/kg, sedangkan harga HAP adalah Rp38.000/kg. Namun, harga bawang putih per kilogram di luar Maluku dan Papua adalah Rp37,931.
Pada Rapat Pengendalian Inflasi Daerah yang diadakan secara online di Jakarta, Selasa, Nawandaru mengatakan, “Untuk non-Maluku dan Papua, ini sebenarnya tercatat mengalami penurunan, dan ini masih di bawah harga acuan yang ditetapkan sebesar Rp38.000 per kilogram.”
Namun, harga bawang putih kating—sekitar 50% hingga 57% di atas HAP—masih sangat tinggi di Maluku dan Papua.
Di Maluku dan Papua, harga bawang putih HAP adalah Rp40.000/kg, dan harga bawang putih rata-rata adalah Rp63.119.
Hal ini juga berlaku untuk bawang putih grade B, atau honan. Harga rata-rata per kilogram, 5% di bawah HAP, berada di kisaran Rp35.000 per kilogram secara nasional, terutama di wilayah non-Maluku dan Papua.
Namun, harga bawang putih honan di Maluku dan Papua masih sekitar 54% di HAP, atau Rp61.992 persen.
Untuk menekan harga bawang putih, Kemendag terus mendorong para pelaku usaha untuk mengimpor. Realisasi pekan ini kembali meningkat menjadi 40.281 ton, sementara impor pada pekan sebelumnya mencapai sekitar 31 ribu ton, melampaui target 30 ribu ton.
Nawandaru menyatakan bahwa pihaknya dan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri terus menilai dan mengawasi importir untuk memastikan bahwa Persetujuan Impor (PI) segera direalisasikan, terutama menjelang Lebaran 2026.
Baca Juga : Sosok Lukisan SBY yang Dibeli Raja Batu Bara Seharga 6,5 Miliar
Baca Juga : BPS: Pada Awal Februari 2026, Harga Bawang Putih Akan Turun Sedikit.
(Red).
