• Sun. Apr 19th, 2026

Kejadain Tiktok Shop Jangan Sampai Terulang Kembali

ByIM

Oct 3, 2023
Kejadain Tiktok Shop

Jakarta, Intra62.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kejadain Tiktok shop jangan sampai terulang kembali dan meminta ASN untuk tidak alergi terhadap teknologi, karena dunia berubah sangat dinamis dan cepat.
Hal itu diungkapkan Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KORPRI 2023 di Jakarta.

“Maka saat ini ASN jangan alergi terhadap teknologi dan digitalisasi, yang penting kita tidak lagi menghalangi hal tersebut berlanjut, ini harus melalui teknologi dan digitalisasi, etos ini harus ditularkan kepada seluruh juga anggota KORPRI,” ucap Jokowi, Senin (3/10/2023).

Baca Juga: Jejak Politik Jokowi Di Ikuti Keluarga

Selain itu, ia berpesan untuk mengembangkan karakter ASN yang tidak monoton dan terjebak dalam rutinitas serta mampu beradaptasi dengan perubahan peraturan.

“Peraturan baik itu undang-undang, peraturan menteri, peraturan daerah, nanti ada peraturan resmi, peraturan menteri, peraturan direktur jenderal akan dikurangi. Karena saat ini kita memerlukan fleksibilitas dan ketangkasan yang tinggi, karena perubahan sangat terjadi. dengan cepat.” katanya.

Ia mengatakan banyak negara kini sangat tertarik dengan teknologi seperti kecerdasan buatan, seraya menambahkan bahwa kecerdasan buatan juga telah muncul saat ini.

Kemajuan teknologi terjadi dengan sangat cepat sehingga banyak negara yang belum menyiapkan regulasi yang jelas sehingga berdampak buruk pada suatu industri. Bahkan Jokowi mencontohkan seperti Tiktok Shop.

“Harusnya teknologinya sudah muncul, regulasinya harusnya sudah disiapkan oleh birokrasi kita. Jika tidak siap, kejadian seperti Tiktok shop akan terjadi. “Ini bisa berdampak pada UMKM dan pasar tradisional kita,” ujarnya.
Oleh karena itu, tugas birokrasi adalah menyiapkan peraturan yang menjaga ekosistem dan tidak berdampak buruk pada sektor lain.

Selain itu, Pak Jokowi juga menyampaikan bahwa peluang Indonesia menjadi negara maju juga terletak pada tiga periode kepemimpinan nasional. Yaitu 2024, 2029, dan 2034 dengan memanfaatkan peluang yang ada. Dimana Indonesia memiliki peluang seperti bonus demografi pada tahun 2030 berkat sumber daya alam seperti nikel yang melimpah.

“Penting sekali bagi kita untuk memikirkan masalah ini bersama-sama. Jika kita tidak memanfaatkan peluang yang ada dalam tiga periode kepemimpinan ini. Kita akan selalu menjadi negara berkembang, lebih cepat dan efisien maka kita akan terjebak dalam middle income trap,” jelas Jokowi.

Jokowi juga berpesan untuk mengurangi ego masing-masing kementerian dan terus melakukan kerja sama.

“Terlihat Kementerian selalu memiliki ego sektoral, mengikuti jalan sendiri, menempuh jalan sendiri, dan berkumpul di tempat yang tidak jelas. Ini yang saya coba kelola selama sembilan tahun terakhir agar punya tujuan, dukung dan dukung tujuan,” pungkasnya. (red/intra62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/