Jakarta, Intra62.com – Sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan bahwa harga telur dan cabai di wilayah Jakarta Timur naik sebesar 15 hingga 20 persen.
Memang ada kenaikan menjelang Nataru (Natal dan Tahun Baru), tapi hanya pada dua bahan, yaitu cabai dan telur, sebesar 15-20 persen. Saat meninjau keamanan makanan segar di Tip Top Pondok Bambu, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyatakan bahwa barang lain relatif tetap sama.
Namun demikian, dia memastikan bahwa ketersediaan kedua barang tersebut tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Dia juga menyatakan bahwa Pemerintah Kota Jakarta Timur melakukan pengawasan teratur di pasar untuk mencegah lonjakan harga dan menjaga stabilitas pasokan, terutama menjelang hari raya keagamaan.
Selain mengawasi harga, Pemkot Jakarta Timur juga bekerja sama dengan dinas terkait untuk memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok mereka selama liburan Natal dan Tahun Baru.
Menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang diawasi oleh Bank Indonesia, harga komoditas cabai rawit merah adalah Rp79.400/kg, sedangkan harga telur ayam ras adalah Rp32.850/kg.
Sebagai tambahan pada harga telur ayam ras dan cabai rawit merah, harga pangan di tingkat pedagang eceran nasional lainnya adalah Rp52.850 per kilogram bawang merah dan Rp40.000 per kilogram bawang putih, menurut data PIHPS yang dirilis di Jakarta pada Rabu pukul 07.50 WIB.
Menurut PIHPS, harga cabai merah besar adalah Rp57.300/kg, cabai merah keriting adalah Rp63.550/kg, dan cabai rawit hijau adalah Rp61.000/kg.
Baca Juga :Anak-anak Yang Menjadi Korban Bencana Di Aceh Menerima Terapi Trauma Dari TNI AL.
Baca Juga : Mendag Menyatakan Kenaikan Harga Cabai Menjelang Natal Masih Dapat Bikontrol.
(Red).
