Jakarta, Intra62.com – Dalam bursa Calon Wakil Presiden (cawapres) versi lembaga survei Indikator Politik Indonesia (IPI), Menteri BUMN Erick Thohir paling mendominasi. Menteri kepercayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut memiliki perolehan tertinggi elektabilitas cawapres baik personal maupun berpasangan. Terhitung sejak periode 20 sampai 24 Juni 2023.
Dalam simulasi 22, 17 dan 5 nama cawapres, Erick Thohir terlihat selalu unggul secara personal. Ketua Umum PSSI ini terlihat selalu berada diposisi pertama diantara para kandidat cawapres lain.
Hal tersebut dapat dibuktikan pada simulasi 22 yakni nama Erick Thohir berada diposisi pertama cawapres dan memiliki elektabilitas sebesar 22,9%. Bahkan pada simulasi 17 nama Erick Thohir tidak berubah posisi dengan perolehan elektabilitas sebesar 19,0%.
Kemudian pada simulasi 5 nama, posisi Erick Thohir masih tetap sama dengan elektabilitas sebesar 22,9%.
Baca juga :
- Erick Thohir keberatan atas podcast Tempo lapor ke Dewan Pers
- Puan Maharani Mengatakan Kandidat Cawapres Ganjar Sekarang Menjadi 5 Nama
Direktur Eksekutif IPI Burhanduddin Muhtadi mengungkapkan bahwa pada waktu belakangan ini mantan Presiden Inter Milan itu mengalami tren kenaikan elektabilitas. Sedangkan pesaingnya, seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengalami tren penurunan.

“Hasilnya begini, peringkat pertama ditempati Erick Thohir. Erick Thohir memiliki peningkatan dukungan, sedangkan nama-nama lain cenderung stagnan bahkan menurun, jelas Burhanuddin.
Simulasi Berpasangan
Pada simulasi berpasangan dengan Capres Gerindra Prabowo Subianto maupun Capres PDIP Ganjar Pranowo. Erick Thohir terbukti mampu menjadi kunci kemenangan kedua capres tersebut.
Dalam simulasi, pasangan Ganjar Pranowo-Erick Thohir berhasil unggul dari lawan-lawannya, yakni Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar serta Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Perolehan elektabilitas tertinggi datang dari pasangan Ganjar Pranowo-Erick Thohir di angka 37,6%, sementara Prabowo-Muhaimin di angka 32,7% dan Anies-AHY di angka 22,1%.
Bahkan ketika Prabowo menggandeng Erick Thohir pasangan tersebut berhasil memperoleh elektabilitas tertinggi dari para pesaingnya.
Menanggapi hasil survei Indikator tersebut, Burhanuddin mengatakan daya dongkrak elektoral yang dimili Erick Thohir untuk pasangannya berada di angka 4%.
“Pada simulasi tiga nama, daya ungkit yang dapat diberikan Erick Thohir. Besarnya sekitar 4%. Tipis, namun melihat persaingan yang cukup ketat ini, angka 4% tersebut adalah hal yang sangat penting untuk memenangka pilpres 2024,” ungkap Burhanuddin. (red)
