• Tue. Apr 14th, 2026

Harta Karun Terpendam RI , Kayu Ular Jadi Buruan Dunia

ByAF

Jun 30, 2025
Harta Karun Terpendam RI , Kayu Ular Jadi Buruan Dunia

Jakarta , Intra62.com . Harta Karun Terpendam RI , Kayu Ular Jadi Buruan Dunia .  Tanah Papua penuh dengan emas. Semua yang ada di Papua, baik di dalam maupun di atasnya, memiliki nilai yang sangat tinggi. Namun, tidak banyak orang yang tahu bahwa Papua memiliki harta karun yang berupa tanaman.
Kayu Ular, atau Strychnos ligustrina, adalah salah satu tanaman obat paling berharga di dunia yang dimiliki Indonesia. Tanaman kayu ular sangat bermanfaat sebagai obat alami untuk berbagai penyakit.

Pasar herbal di seluruh dunia mencari Kayu Ular Papua di ASEAN, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika.

Tanaman ini dapat ditemukan secara bebas di hutan tropis, terutama di dataran rendah antara 0 dan 500 meter di atas permukaan laut. Kayau ular yang sangat tangguh dapat hidup di tanah tandus, tempat berbatu, dan bahkan di pesisir.

Fakta lucunya adalah bahwa pohon ini disebut “kayu ular” bukan karena pohon ini beracun atau tempat ular bersarang. Sebaliknya, pohon ini dianggap dapat menghilangkan racun gigitan serangga dan ular, itulah sebabnya masyarakat lokal sering menggunakannya sebagai obat herbal pertama mereka saat berada di hutan.

Apa khasiat kayu ular?

Secara turun temurun, masyarakat Papua menggunakan kayu ular untuk mengobati tekanan darah tinggi, asma, malaria, diabetes, dan bahkan infeksi kulit dan eksim.

Kulit batangnya biasanya direbus dan diminum seperti teh, meskipun rasanya cukup pahit. Sebagai anti inflamasi, anti mikroba, dan antioksidan alami, zat aktif seperti alkaloid, flavonoid, dan saponin memiliki efek farmakologis.

Klaim bahwa kayu ular bermanfaat secara empiris telah diperkuat oleh beberapa penelitian ilmiah. Sebuah penelitian dari Journal of Ethnopharmacology dan Phytomedicine menunjukkan bahwa ekstrak kayu ular memiliki kemampuan untuk menghentikan aktivitas bakteri seperti E. coli dan Staphylococcus Aureus.

sifat antikanker, antidiabetes

Selain itu, senyawa aktif tanaman ini terbukti memiliki sifat antikanker, antidiabetes, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Ini menjadikan kayu ular sebagai bahan dasar fitofarmaka dan suplemen herbal yang sangat potensial.

Namun, hingga saat ini, kayu ular belum dikelola secara komersial dalam skala besar. Produksi dan pengumpulannya masih bersifat tradisional, bergantung pada masyarakat lokal yang mengetahui lokasi tumbuhnya di dalam hutan. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang: kayu ular dapat menjadi komoditas ekspor unggulan industri herbal Indonesia jika dibudidayakan dengan benar.

Baca Juga : Iuran BPJS Kesehatan Mulai Berlaku , 9 Maret 2025 Kelas 1-2-3 Dihapus

(Anisa-red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/