Jakarta ,Intra62.com. Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mengadakan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk, dengan tema Tumurune Wiji Sejati.
Lakon Tumure Wiji Sejati menceritakan tentang lahirnya Raden Wisanggeni, seorang kesatria sejati yang cerdas dan sakti. Menurut Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri.
Di Jakarta, Jumat, Trunoyudo menyatakan bahwa “Tumurune Wiji Sejati itu artinya lahirnya satria unggul, cerdas, dan sakti. Yakni, Raden Wisanggeni.”
Pertunjukan wayang dilakukan di Lapangan Bhayangkara mulai pukul 20.00 WIB dan berlangsung hingga selesai.
Dia menjelaskan bahwa lakon ini diangkat dengan pesan khusus bagi penonton, yaitu sosok Wisanggeni yang memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan kejujuran.
Dia mengatakan, “Seperti sosok Raden Wisanggeni ini simbol kekuatan dan keberagaman yang luar biasa. Ini adalah tahun ketiga dalam sejarah Polisi mengadakan pertunjukan wayang kulit dalam semalam suntuk dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara.
Tiga dalang bermain dalam lakon ini, seperti tahun-tahun sebelumnya: Ki Yanto, yang bertindak sebagai Hakim Agung; Ki Sri Kuncoro, seorang perwira Polri berpangkat Ipda; dan Ki Harso Widisantoso, seorang anggota TNI AL berpangkat mayor.
Selain dipandu oleh tiga dalang, Ki Bayu Aji Pamungkas, seorang anggota aparatur sipil negara, juga hadir.
Menurut jenderal polisi terkenal itu, pertunjukan wayang kulit semalam yang buruk ini tersedia secara gratis bagi semua orang yang ingin datang dan menontonnya.
Selain wayang kulit, juga ada komedian dari Srimulat, seperti Dhinas Tedjo, Endah Laras, Cak Percil, Eka Kebumen, dan Agens Serfozo.
Dia menambahkan, “Selain pertunjukan wayang, juga ada pembagian doorprize, dengan hadiah yang menarik tentunya.” ( redx )
