Jakarta, Intra62.com – Prof. Abdul Mujib, Guru Besar Psikologi di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, memberi saran kepada petugas haji tentang cara menyelesaikan masalah yang dihadapi jamaah haji di Tanah Suci.
Mujib menyatakan bahwa menghadapi jamaah haji yang emosional atau memiliki banyak keluhan adalah tantangan sehari-hari bagi petugas haji yang bekerja di lapangan.
Jamaah sering datang dengan banyak masalah, yang mungkin lima atau lebih keluhan. Pemateri diklat calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin,
Mujib menyatakan bahwa petugas haji tentunya tidak mungkin menyelesaikan semua masalah tersebut secara bersamaan.
“Kita tidak mungkin bisa menyelesaikan seluruhnya,” kata Mujib. Menemukan “akar masalah” yang paling dominan adalah kuncinya.
Gunakan strategi perbandingan, anggota jamaah memiliki lima masalah. Saya hanya ingin bertanya: antara masalah kelima dan keempat, mana yang lebih sulit? Mujib mengatakan, “Jika keempat lebih berat, abaikan kelima.”
Eliminasi terus terjadi secara berurutan.Setelah menemukan masalah yang paling sulit antara nomor empat dan lima, bandingkan masalah pertama, kedua, dan ketiga dengan satu sama lain.
“Berapa berat keduanya dibandingkan dengan yang pertama?” Sangat jelas bahwa yang pertama adalah yang paling penting.
Mujib mengatakan bahwa ketika mereka tahu apa yang paling penting, mereka harus membantu menyelesaikannya.
Teknik ini memungkinkan petugas untuk berkonsentrasi pada solusi yang paling berdampak bagi jamaah.
Masalah kecil lainnya akan mereda dengan sendirinya atau menjadi tidak relevan lagi bagi jamaah setelah satu masalah utama diselesaikan.
Mujib mengingatkan batasan kompetensi petugas yang. tidak boleh memaksakan diri untuk menangani masalah utama jika ternyata itu terkait dengan penyakit fisik atau gangguan kejiwaan berat.
(Red).
