Jakarta, Intra62.com –
Nominal produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp3.926,15 triliun menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,21% pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta.
Selanjutnya, berdasarkan harga konstan (ADKH), atau Rp2.263,24 triliun. Di Jakarta, Kamis, Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto menyatakan bahwa ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,21 persen jika dibandingkan dengan capaian selama tahun 2024 atau secara kumulatif.
Pada harga berlaku pada tahun 2024, PDRB tercatat sebesar Rp3.679,71 triliun, sementara pada harga konstan sebesar Rp2.151,20 triliun.
Kadaranto mengklaim bahwa struktur ekonomi Jakarta hingga 2025 akan didominasi oleh perdagangan besar dan eceran, serta reparasi kendaraan bermotor, dengan kontribusi sebesar 18,12 persen.
Industri pengelolaan memberikan kontribusi sebesar 11,13%, diikuti oleh jasa keuangan dan asuransi dengan kontribusi sebesar 10,96%.
Selain itu, tiga sektor bisnis yang mengalami pertumbuhan tertinggi mencatat pertumbuhan sebesar 9,33 persen; setelah itu, sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan sebesar 8,69 persen; dan sektor jasa lainnya mencatat pertumbuhan sebesar 8,46 persen.
Meskipun demikian, pengadaan air, pengelolaan limbah, sampah, dan daur ulang akan mengalami penurunan sebesar 3,6 persen hingga 2025.
Selanjutnya, terjadi kontraksi sebesar 7,79 persen di bidang pertambangan dan penggalian.
Kadarmanto menyatakan bahwa sektor pengadaan listrik dan gas mengalami koreksi terbesar sebesar 12,49 persen.
Ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,71 persen secara tahunan pada triwulan IV-2025 dibandingkan dengan triwulan III-2025.
Pada masa itu, PDRB ADHB sebesar Rp1.041,19 triliun dan ADHK sebesar Rp582,51 triliun menunjukkan nilai ekonomi Jakarta.
Baca Juga : KLH Meningkatkan Peran Daerah Dalam Implementasi Nilai Ekonomi Karbon.
Baca Juga : Pemkot Jakarta Utara Memberikan Penghargaan Adiwiyata kepada 15 Sekolah.
(Red).
