Jakarta, Intra62.com – Dua sekolah yang menjadi korban bencana, SDN Potoan Daya 2 dan SDN Palengaan Laok 6, kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan di rumah dan tenda darurat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Mohammad Alwi, mengatakan, “KBM di tenda darurat dan sebagian menumpang di rumah warga ini terpaksa kami lakukan, karena ruang kelas sudah tidak bisa digunakan sama sekali.”
Karena musibah kebakaran, SDN Potoan Daja 2 di Kecamatan Palengaan tidak dapat diakses.
Arus pendek listrik yang terjadi pada 5 Oktober 2025, mengakibatkan 13 kelas dan 1 ruang terbakar .
Selain itu, angin kencang yang terjadi pada 13 Oktober 2025 menyebabkan kerusakan pada tiga ruang kelas di SDN Palengaan Laok 6.
Alwi menyatakan bahwa karena kondisi yang sangat darurat, kegiatan belajar di dua sekolah ini terpaksa dilakukan di tenda bencana dan rumah warga di sekitar sekolah.
Menurutnya, pihaknya telah melaporkan peristiwa tersebut kepada Sekretariat Nasional SPAB Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen-RI), yang saat ini sedang dalam proses penilaian.
Disdikbud Pamekasan juga berterima kasih kepada warga yang menyediakan rumah mereka untuk digunakan siswa untuk kegiatan belajar mengajar tanpa perlu membayar sewa.
Baca Juga : Kebakaran Rumah Di Tanjung Priok Diduga Kesengajaan.
(Red).
