Jakarta , Intra62.com. DPP AWDI singgung Syahwat politik berbahaya jika kekuasaan tidak di kontrol . Tema ini diangkat oleh redaksi intra62 sebagai Editorial Minggu ( 15/10/2023 ).
Menanggapi suasana para loyalis yang mengaku merah putih , secara perorangan mengajukan gugatan terhadap batas usia yang mengatur capres dan cawapres . Kelihatannya akan ada tanda-tanda Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan segilintar orang .
MK sebagai lembaga terhormat , pengkaji Hukum dan konstitusi menjadi tidak bertaring . Hal ini diakibatkan hegemoni kekuasaan yang syahwat politk sudah memuncak. Strategi eskalasi kekuasaan menjadi dominan , eskalasi ini menutup mata kebaikan ,mana yang harus MK putuskan untuk kepentingan rakyat dan mana untuk kepentingan partai tertentu .
Persoalan-persoalan bangsa menjadi tergadai bahkan tidak tersentuh sama sekali oleh birokrasi . Kekuasaan hanya mampu ber retorika dalam diskursus yang tidak elegan . Saling serang antar kelompok melalui hasil survey , Medsos atau pendukung masing-masing sudah menjadi sarapan pagi generasi gen Z saat ini .
Baca juga : Ketua Harian DPP AWDI Bung jack , Pejabat yang menyimpang adalah kawajaran Nasional ?
DPP Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia melihat keadaan NKRI sedang tidak dalam keadaan baik baik saja . Hal ini terlihat polarisasi syahwat politik menjadi trend di semua lini kementerian . Tentunya syahwat politik ini sangat merugikan kepentingan masyarakat secara makro ekonomi.
Partisipasi masyarakat dilemahkan ,kritik yang kontrukstif dicurigai . Inilah yang menjadi keprihatinan dari Sekretaris jendral DPP AWDI ,Balham Wadja SH . Transisi Poltik kekuasaan ini harus dikawal oleh pers sehingga syahwat pollitik menjadi terkendali sesuai on the Track .
DPP AWDI bertekada untuk aktif dalam melakukan kontrol secara massif ke pemerintahan dan dewan Perwakilan Rakyat . Dan mengintruksikan seluruh DPC se-Indonesia Raya untuk berpartisipasi aktif dalam mengontrol kebijakan pemerintah . ( tim red )
