Jakarta, intra62.com. Luhut Binsar Pandjaitan akui gagal negosiasi hutang dengan Cina terkait KCJB . Pernyataan langsung di respon oleh sekretaris Jendral DPP AWDI , Balham Wadja SH ungkap bahwa pemerintah sejak awal sudah terjebak masuk skenario China . Dan antara pemerintah RI dan China masing-masing tidak mempunyai komitmen untuk patuh dan taat terhadap peraturan yang di sepakati bersama .
Awalnya China presentasikan dalam investasi kereta cepat Jakarta Bandung tidak akan menggunakan APBN dalam penjaminan hutang , ” ujar Balham Wadja SH.
Namun sekarang pemerintah untuk telah menjadikan APBN menjadi jaminan. Dan pemerintah sendiri terkait nilai proyek juga mengalami eskalasi harga yang begitu besar . Sehingga melihat hal ini pemerintah akan kalah postur dalam bargaining posisi dengan China .
Baca juga : Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bermasalah baru
Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif Center Studies Public Policy ( CSPP ) , merupakan Litbang dari DPP AWDI Anis fuad Ir menuturkan hegemoni China melalui jaringan bisnis di Indonesia berhasil membuat sistem Oligarki yang membuat kekuasaan the real politik ada di tangannya .
Sistem oligarki berhasil membuat deretan baru para pengkhinat republik . Tentunya pengkhianat ini versi rakyat yang merasa terfzolimi . Partisipasi rakyat menjadi terlemahkan oleh kekuasaan yang oligarkis , kepentingan pengusaha menjadi dominan atas kepentingan rakyat .
Petinggi republik masih belum punya kesadaran tentang the real politik , ” ungkap Anis fuad . Akibatnya China melalui gerakan investasinya mampu membuat “tidur” para pemimpin +62 .
Dinamika komunikasi politik yang dibangun LBP dan Jokowi terkesan kurang tajam dalam menghadapi china . Ini memberikan ruang seolah-olah Republik tidak berdaya dengan China . Sampai kapan Republik akan tergadai oleh kepentingan penguasa yang bungkus menjadi kepentingan nasional .
DPP Asosiasi Wartwan Demokrasi Indonesia ( AWDI ) berharap pemerintah di akhir kepemimpinannya tidak membuat kebijakan yang membuat rakyat bingung .
