Jakarta, Intra62.com – Dengan bantuan lembaga internasional Médecins Sans Frontières (MSF), juga dikenal sebagai Dokter Lintas Batas, Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengadakan pelatihan yang berkaitan dengan krisis kesehatan.
Di Mamuju, Kamis, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar Nursyamsi Rahim menyatakan bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan kondisi geografis Sulbar yang rawan bencana.
Pelatihan krisis kesehatan ini adalah lanjutan dari proyek Capacity Building Hub on Emergency Preparedness and Response (e-Hub) yang dimulai oleh MSF Indonesia pada Juni 2025.
Tujuan program tidak hanya adalah untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam kesiapsiagaan dan penanganan krisis kesehatan di wilayah rawan bencana, tetapi juga untuk membangun kapasitas pelatih lokal (Training of Trainers/TOT).
Baca Juga : Dinkes DKI Melakukan Monev Untuk Mengawasi Kasus COVID Dan ISPA.
Tim pelatih Médecins Sans Frontières (MSF) datang ke acara ini dan tenaga medis dari berbagai kabupaten di Sulbar terlibat.
Peserta menerima instruksi dalam empat topik penting: manajemen data darurat (data manajemen) dan respons medis yang efektif (medical emergency).
Selanjutnya, bantuan pertama psikologis (PFA) dalam keadaan darurat (mental health) dan pemisahan limbah medis dalam tanggap darurat bencana (kesehatan lingkungan).
Nursyamsi menyatakan bahwa kesiapsiagaan mencakup kemampuan sumber daya manusia selain logistik dan alat.
Menurutnya, pelatihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa tenaga kesehatan di Sulawesi Barat memiliki kemampuan untuk bertindak cepat, tepat, dan tangguh dalam situasi krisis.
Nursyamsi menyatakan bahwa dengan demikian, Sulbar semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana dengan respons yang cepat, terkoordinasi, dan berfokus pada keselamatan masyarakat.
( Red ).
