Jakarta, Intra62.com – Pada debat perdana Pilpres 2024 Anies Baswedan merupakan Calon Presiden (Capres) nomor urut 1. Ia mempertanyakan persoalan Jakarta tidak bisa diselesaikan dengan pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kartim).
Ganjar Pranowo, calon presiden nomor urut 3, pun mempertanyakan apakah Anies memang menentang IKN. “Saya simpulkan Mas Anies menentang beberapa kebijakan seperti IKN dan menolak untuk IKN dilanjutkan? ” tanya Ganjar kepada Anies saat debat capres 2024, Selasa (12/12/2023).
Baca Juga: Jimly Menyinggung Soal Politik Yang Banyak Diperdebatkan
Menanggapi pertanyaan tersebut, Anies melontarkan kritik terhadap proses berlakunya Undang-Undang (UU) IKN. Menurut dia, masyarakat tidak dilibatkan dalam pemberlakuan UU IKN.
“Ini contoh produk hukum yang belum melalui dialog publik secara utuh. Jadi dialog tersebut sudah menjadi undang-undang,” ujar Anies.

Anis menilai dialog terkait IKN sebenarnya baru terjadi setelah undang-undang tersebut disahkan. Menurut dia, tidak banyak pihak yang ikut serta dalam pembahasan UU IKN.
“Jika dialog sah, siapa pun yang kritis dianggap lawan. Siapapun yang setuju dianggap pemerintah. Mengapa? Karena tidak ada proses diskusi komprehensif yang memberikan ruang bagi masyarakat,” tegasnya.
Paslon Wapres Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa hukum harusnya mempunyai yurisdiksi. Oleh karena itu, masyarakat harus dilibatkan dalam pembahasan peraturan sebelum peraturan dikeluarkan.
“Ini ruang hukum, bukan ruang kekuasaan. Dalam negara hukum, berikan forum publik untuk membahas peraturan sebelum diberlakukan. Namun ini seperti ruang kekuasaan. Kedengarannya seperti negara kekuasaan yang memutuskan hukum. Lalu kami berdebat pro dan kontra,” kata Muhaimin Iskandar.
Menurut dia, kebutuhan masyarakat lebih penting ketimbang pembangunan IKN.
“Kami melihat keperluan untuk rakyat sangat dibutuhkan. Kalau hari ini kita tidak bisa membangun pupuk secara lengkap, namun pada waktu yang sama bisa membangun istana presiden, rasa keadilan kita di mana? ” ujarnya. (red/intra62)
