Jakarta.Intra62.com –
Kepolisian Daerah Jawa Barat memberikan klarifikasi mengenai informasi tentang 108 orang yang hilang dalam bencana longsor yang terjadi pada hari Sabtu (24/1) di Kampung Babakan RT 05 RW 11 Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Dalam pernyataannya di Bandung pada hari Selasa, Komisaris Besar Polisi Areis La Ode Aries El Fathar, kepala Biro Operasi Polda Jabar, menyatakan bahwa angka 108 bukanlah jumlah korban hilang, tetapi jumlah masyarakat yang datang ke pos Identifikasi Korban Bencana (DVI) untuk pemeriksaan ante-mortem.
Menurutnya, satu korban dapat diwakili oleh dua hingga tiga anggota keluarga yang datang melapor. Oleh karena itu, jumlah pelapor tidak dapat dijadikan acuan untuk jumlah korban yang hilang.
Ia juga menyatakan bahwa polisi tetap menerima orang yang datang untuk melapor, meskipun mereka tidak membawa KTP atau KK.
Sehubungan dengan proses identifikasi korban, Areis mengatakan bahwa sejak hari pertama bencana hingga Senin 18.30 WIB, sebanyak 20 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi.
Saat ini, dia menyatakan bahwa ada 38 kantong jenazah di Puskesmas, dan tim DVI masih mengidentifikasi 18 kantong jenazah.
“Proses identifikasi masih berlangsung dan akan dilanjutkan besok,” katanya.
Kepala Kantor Basarnas Bandung Ade Dian Permana menyatakan bahwa setelah menyerahkan 38 kantong jenazah kepada tim DVI Polri, timnya terus mencari puluhan orang lain yang diduga tertimbun.
Ade mengatakan, “Jadi, total temuan dari hari pertama hingga hari ketiga itu 38 kantong jenazah.”
Selain itu, ia menyatakan bahwa data korban yang hilang selalu berubah, sehingga mungkin ada peningkatan atau penurunan sesuai dengan laporan terbaru.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa untuk menghindari data ganda, pihaknya masih menggunakan istilah evakuasi kantong jenazah karena tidak semua kantong jenazah dalam keadaan utuh.
Baca Juga :Di Dapur Umum Longsor Cisarua Dibuat 4.500 Paket Makanan Setiap Hari.
Baca Juga : PBB sebut Aksi AS di Venezuela berbahaya hingga Tawarkan bantuan Longsor di Indonesia
(Red).
