UJakarta , Intra62.com . Catatan Editorial hari ini mengambil tema : Ambivalensi sikap PBNU . Semua elemen masyarakat indonesia tahu tentang bagaimana besar dan perannya PBNU dalam perjuangan kemerdekaan . Hingga peran itu masih berlanjut di era Orde baru dan era reformasi .
Peran yang begitu strategis dalam pergolakan kemerdekaan dan pejuangan pasca merdeka dalam ikut menjaga NKRI . Hal itu sangat mempengaruhi pergolakan internal kepengurusan ditingkat Pusat dan daerah . Ada yang menarik dalam kancah pembangunan yaitu era Orde baru, sangat jelas ada kalanya NU dekat dengan P Harto dan ada kalanya kritis dalam kebijakan Orba .
Peran PBNU sangat staregis dalam ikut mengawal manajemen pemerintahan . Maka tidak heran ada oknum yang pengin jadi pejabat melalui jalur atau lobi melalui PBNU. Dalam konteks demokrasi , PBNU tergolong ormas keagamaan yang aktif dalam pergolakan dinamika sosial politik .
Dalam satu dekade periode kepemimpinan presiden jokowi,PBNU mempunyai tempat dihati jokowi .Dengan diangkatnya KH Ma’ruf Amin menjadi wakil presiden memberikan ruang bagi NU untuk bebas mengabdi kepada ibu pertiwi .
Baca juga :DPP AWDI minta agar PBNU jangan mau diperalat oleh partai politik
Pertanyaan selanjutnya adalah apa peran wakil presiden sebagai perwakilan NU . Sejauh mana memberikan kemanfaatan bagi bangsa dan negara. Karena ada idiom politik menyebutkan bahwa wapres hanya ” ban serep ” . Dan kenyataannya memang peran wapres tidaklah berarti . Dan bisa jadi sebagai Vote getter.
Ambivalensi Sikap PBNU
Dan sekarang publik melihat,NU sebagai ormas terbesar di Republik punya sikap yang sedikit nyeleneh . Beberapa kali terlihat seperti tegas untuk menon-aktifkan para petinggi NU yang terlibat dalam kampanye pilpres 2024 .
Namun belakangan terlihat secara implisit ,PBNU terjebak dalam pusaran politik dengan mendukung salah satu Paslon . Memang secara organisatoris tidak ada statement politik , namun sikap petinggu NU memberikan ruang dukungan pada Paslon 02 .
Sikap ambivalensi ini lah yang sangat di sayangkan oleh generasi muda NU .Mestinya NU bisa menjadi barometer dalam ikut menjaga konstitusi dan ” menjewer” Presiden Jokowi bila tidak taat peraturan . ( red )
