• Thu. Jun 11th, 2026

BKPM: Proyek Energi Hijau Meningkatkan Daya Tarik Indonesia Bagi Investor Asing.

ByBunga Lestari

Apr 23, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), mengatakan bahwa program pemerintah untuk pengembangan energi hijau dan energi baru-terbarukan (EBT) menarik investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia.

“Ini sejalan dengan keinginan investasi, terutama dari luar negeri, karena ini adalah investasi yang punya dampak positif terhadap kehidupan dan lingkungan ke depannya,” kata Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

“Program-program yang ada ini sejalan dengan keinginan investasi mereka, sehingga (minat investasi dalam energi bersih di Indonesia) semakin meningkat,” tambahnya.

Selain itu, ia menyatakan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengakselerasi target Net Zero Emission (NZE) 2060 ke tahun 2050, sehingga upaya untuk mengembangkan energi bersih terus dilakukan.

Menteri Rosan menunjukkan bagaimana pertukaran pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) telah dipercepat. Keputusan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kapasitas PLTS hingga 100 gigawatt jam.

Selain itu, ia menyatakan bahwa proyek-proyek yang berkaitan dengan pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) atau geothermal baru-baru ini menarik perhatian investor dari Jepang.

Rosan menyatakan bahwa hal-hal seperti ini, selain stabilitas pemerintah, juga program-program prioritas pemerintah, juga sejalan dengan keinginan mereka untuk berinvestasi di Indonesia.

Ia berharap dapat berdampak lebih luas, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja, karena meningkatnya minat investor global untuk ikut menanamkan modal dan mengembangkan proyek terkait energi ramah lingkungan.

Rosan menyatakan bahwa pemerintah Indonesia sangat terbuka untuk memberikan berbagai kemudahan dan stimulus kepada investor yang berkomitmen pada pengembangan energi hijau, serta bagaimana hal itu akan berdampak pada sektor ketenagakerjaan dalam negeri.

Rosan, yang juga CEO Danantara, menyatakan, “Kami terbuka untuk memberikan insentif jika investasi di bidang renewable, penyerapan tenaga kerja tinggi. Jadi parameter kita, insentif itu diberikan tidak semata-mata nilai investasi yang besar, tapi yang kita lihat juga adalah dari segi penyerapan tenaga kerjanya.”

Baca Juga : BKPM Mendorong Pengembangan Bioetanol dan Sedang Mengerjakan Pendirian Pabrik di Lampung.

Baca Juga : Di Istana Rabu sore, Prabowo memanggil Bahlil, Rosan, dan Menag.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/