Jakarta, Intra62.com – Edy Prakoso, Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, menyatakan bahwa radio amatir memainkan peran penting dalam membantu evakuasi banjir di berbagai wilayah di Sumatera.
Di sebuah pertemuan yang diadakan Selasa di Dermaga Inggom, Tanjung Priok, Jakarta, Edy menjelaskan betapa pentingnya komunitas radio amatir seperti Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), terutama saat jaringan listrik dan telekomunikasi terputus.
Dia menambahkan, “Kami juga dibantu sama Orari dan RAPI dalam hal ini dalam setiap operasi.”
Menurut Edy, pihaknya kadang-kadang mengalami kesulitan berkomunikasi, terutama ketika jaringan listrik dan sinyal komunikasi terputus.
“Kantor SAR Nias yang seharusnya berangkat ke Sibolga karena tidak ada komunikasi akhirnya tertahan di Medan selama beberapa hari, sementara untuk tembus ke Sibolga juga belum bisa.”
Dia menyatakan bahwa tim SAR kini dapat mencapai wilayah yang sebelumnya tidak mendapatkan bantuan berkat bantuan komunitas radio amatir.
Untuk membantu penanganan bencana di Pulau Sumatera, Basarnas mengirimkan lebih banyak personel, terdiri dari 43 potensi SAR dan 21 petugas penyelamat dari Kantor SAR Jakarta, Bandung, dan Banten.
Sejak 25 November 2025, Kepala Basarnas Mohammad Syafii telah menyatakan bahwa lebih dari 6.000 staf SAR telah dikirim untuk membantu operasi tanggap darurat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dia menjelaskan bahwa sebanyak 389 orang, terdiri dari 165 personel Basarnas dan 224 potensi SAR, ditugaskan untuk membantu menangani banjir dan tanah longsor di beberapa daerah di Provinsi Aceh, termasuk Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie.
Di wilayah Sumatera Utara yang terkena dampak bencana, seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Mandailing Natal, dan Humbang Hasundutan, operasi tanggap darurat bencana pimpinan Kantor SAR Medan melibatkan 5.378 potensi SAR dan 121 personel Basarnas.
Kantor SAR Padang mengerahkan 128 orang, kapal, dan helikopter di Sumatera Barat untuk menangani tanah longsor dan banjir bandang di Agam, Tanah Datar, Pesisir Selatan, dan daerah lain.
(Red).
