Jakarta, Intra62.com – Sejak Kamis (22/1) hingga 28 Januari 2026, sekolah di wilayah Jakarta Timur yang terkena dampak banjir telah menerapkan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Setelah banjir melanda beberapa wilayah Jakarta, salah satu SMAN 62 di Jakarta menerapkan PJJ untuk semua siswa.
Di SMAN 62 Jakarta, Wakil Kepala Sekolah Rini Astuti menyatakan, “Untuk PJJ sesuai surat edaran dari Gubernur DKI Jakarta dan Dinas Pendidikan, berlaku sejak hari ini Jumat tanggal 23 sampai dengan tanggal 28 hari Rabu ke depan.”
Sejak hari ini, PJJ mulai diterapkan. Mereka menjaga agar pendidikan tetap berjalan meskipun cuaca buruk dan banjir mengganggu akses ke sekolah.
Proses pembelajaran tetap berjalan seperti biasa meskipun dilakukan secara daring, kata Rini.
Siswa dan guru dapat berkolaborasi dalam kelas melalui berbagai platform digital seperti Zoom, Google Meet, dan sistem penugasan daring. Seperti biasa, proses belajar terus berlangsung.
Rini menjelaskan bahwa guru dan siswa melakukan kelas melalui Google Meet, Zoom, atau penugasan.
Jam pelajaran PJJ tetap sama seperti jam pelajaran tatap muka.
Sekolah juga memberikan fleksibilitas kepada guru dalam mengatur kegiatan pembelajaran mereka.
Guru yang akses rumahnya terdampak banjir diizinkan untuk mengajar dari rumah. Guru yang tidak terdampak banjir tetap dapat hadir di sekolah. Gurunya fleksibel.
Dia menyatakan bahwa mereka dapat pergi ke sekolah langsung seperti biasa, tetapi jika rumah dan akses ke sekolah terdampak banjir, mereka dapat mengajar dari rumah.
Sekolah meminta semua siswa untuk mengikuti pelajaran sesuai instruksi guru.
Selain itu, siswa diminta untuk tetap hadir di kelas online dengan cara yang teratur dan tetap mengenakan seragam sekolah mereka.
Rini menyatakan, “Untuk siswa, tetap mengikuti kegiatan belajar seperti biasa sesuai arahan guru-guru dan tetap hadir di Zoom menggunakan seragam yang rapi.”
PJJ telah diberlakukan mulai hari ini, kata Zaskia Azmi Sabrina (17), siswa kelas 11 SMAN 62 Jakarta.
Dia menyatakan bahwa akibat hujan yang terus-menerus di Jakarta, yang menyebabkan banjir di beberapa daerah, pihak sekolah telah menyampaikan informasi tentang PJJ sejak Kamis (22/1) malam. Zaskia mengatakan, “Iya, pembelajaran jarak jauh akan berlangsung dari Jumat hari ini hingga tanggal 28 hari Rabu.
PJJ diinformasikan semalam karena hujan terus-menerus, sehingga banyak orang yang terkena banjir.”
Dia menyatakan bahwa pelajaran dilakukan melalui Google Classroom dan platform online lainnya, dan jadwal belajar tetap sama seperti biasanya.
Menurut Zaskia, akses ke sekolah menjadi sulit karena rumahnya juga terdampak banjir.
Zaskia mengatakan, “Kelasnya belajar melalui kelas, dengan jam belajar tetap. Rumah saya kebetulan terdampak banjir, jadi susah akses ke sekolah.”
Zaskia berharap penerapan PJJ di SMAN 62 Jakarta dapat menjaga keselamatan siswa dan guru serta memastikan kegiatan belajar-mengajar tidak terganggu oleh banjir dan cuaca buruk lainnya.
Untuk mengantisipasi perkembangan cuaca hingga beberapa hari ke depan, pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau WFH bagi karyawan atau pegawai.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo telah memberikan persetujuan kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk mengeluarkan surat edaran yang berkaitan dengan Hari Kerja Tanpa Hari (WFH).
“Saya memberikan persetujuan kepada Dinas Tenaga Kerja untuk melakukan yang disebut dengan ‘Work From Home’,” kata Pramono saat ditemui di Jakarta Timur, Jumat.
Selain itu, Pramono telah memberikan izin kepada Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta untuk mengeluarkan surat edaran mengenai PJJ, juga dikenal sebagai “sekolah dari rumah”, sebagai tanggapan atas cuaca ekstrim yang menyebabkan banjir.
(Red).
